Round-Up

Sorotan untuk Paspor Palsu Adelin Lis Kala Jadi Buronan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 08:13 WIB
Jakarta -

Adelin Lis, pembalak liar yang 10 tahun diburu kejaksaan, tercatat beberapa kali lolos dengan paspor palsu. Pemalsuan paspor Adelin ini menjadi sorotan lantaran dianggap mempermalukan Indonesia.

Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan kemudian dijatuhkan hukuman 10 tahun pada 2008. Adelin melarikan diri dengan memalsukan paspor.

"Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun ia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Menurut Leonard, Adelin bukan kali ini saja kabur. Pada 2006, dia pun pernah melakukannya dengan cara memukul petugas.

Soal paspor palsu Andelin Lis, terbongkar oleh Imigrasi Singapura. Pada 2018, sistem imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

"Pihak Imigrasi Singapura kemudian mengirimkan surat kepada Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk memastikan apakah dua nama yang berbeda itu sebenarnya merupakan sosok yang sama," ujar Leonard.

Leonard menyampaikan putra Adelin Lis menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) agar ayahnya diizinkan pulang sendiri ke Medan dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan. Bahkan Adelin Lis disebut telah memesan tiket penerbangan ke Medan pada 18 Juni 2021.

Putranya juga memohon agar Adelin Lis bisa ditahan di Lapas Tanjung Gusta.

Paspor 'Aspal' Adelin Harus Diusut!

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendorong polisi mengusut kasus pemalsuan paspor ini.

"Saya meminta kepada penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk melakukan proses hukum atas dugaan pemalsuan paspor dari Adelin Lis yang kemarin ketahuan di Singapura atas nama Hendro Pambudi. Nah, ini bisa saja buku paspornya asli tapi dokumennya asal pembuatan tidak sah alias aspal, asli tapi palsu tapi tetap pemalsuan," kata Boyamin kepada wartawan, Minggu (20/6/2021).

Boyamin mendorong agar pemalsuan paspor oleh Adelin ini diusut sampai tuntas. Pasalnya, pemalsuan paspor ini dinilai telah mempermalukan Indonesia.

"Dan kalau nanti jika itu betul-betul palsu keseluruhan ya tetap harus diproses karena nyatanya pernah dipakai untuk lintas negara dari Indonesia ke Singapura atau pun bisa jadi ke negara-negara yang lain. Dan ini kita menjadikan suatu yang buruk, karena apa? Ini ketahuannya di Singapura dan itu diproses hukum di sana, didenda dan lain sebagainya, maka ini telah mempermalukan bangsa Indonesia dan negara Indonesia," tuturnya.

Dia meminta Kejaksaan Agung merekomendasikan kepada polisi untuk melakukan proses pidana pada kasus pemalsuan paspor ini. Dia juga meminta Dirjen Imigrasi menyelidiki kasus ini.

"Dan Kejaksaan Agung saya minta untuk merekomendasikan kepada kepolisian untuk melakukan proses pidana pemalsuan terhadap paspor yang dipakai Adelin Lis untuk melintasi negara Singapura atau negara lainnya dengan nama Hendro Pambudi tersebut. Dan ini sekali lagi bisa dilakukan senggaknya bukan hanya kepolisian tapi Dirjen Imigrasi juga bisa melakukan dengan pegawai penyidik pegawai negeri sipilnya, melanggar Undang-Undang Imigrasi," ungkapnya.

(rdp/rdp)