Kenapa Vaksin Corona Beda Lokasi KTP Perlu Surat Domisili? Ini Kata Kemenkes

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 14:58 WIB
Warga binaan memperoleh vaksin AstraZeneca di Rutan Klas II A, Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021). Total sebanyak 215 warga binaan mendapatkan vaksinasi untuk mencegah persebaran Covid-19. Semenjak naiknya angka positif Covid 19 di Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Rutan Klass IIA Yogyakarta melaksanakan program vaksinasi perdana bagi warga binaan. Rutan Klas IIA Yogyakarta menjadi pilot project vaksinasi khusus warga binaan.
Ilustrasi vaksinasi Corona (PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Warga diminta menyertakan surat keterangan domisili jika ingin mendaftar program vaksin Corona di lokasi yang berbeda KTP. Aturan ini disoroti oleh warganet karena dinilai justru mempersulit warga yang ingin divaksin.

Sebagai gambaran, warga dengan KTP non-DKI Jakarta yang sudah berusia 18 tahun wajib membawa surat keterangan domisili untuk domisili apabila ingin vaksinasi Corona di Jakarta. Surat keterangan domisili ini bisa didapat dari ketua RT/RW setempat.

Aturan ini dipertanyakan. Pasalnya, aturan ini dianggap sebagai birokrasi yang justru menghambat proses vaksinsasi. Pemerintah pun diminta untuk menghapuskan aturan syarat surat domisili bagi yang beda lokasi KTP.

Lantas, bagaimana penjelasan Kementerian Kesehatan terkait aturan ini?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa surat domisili diperlukan karena menyangkut akuntabilitas penggunaan vaksin. Sebab, distribusi vaksin Corona berdasarkan jumlah penduduk di provinsi warga pelaksana vaksinasi.

"Surat domisili berkaitan dengan akuntabilitas penggunaan vaksin, karena distribusi vaksin berdasarkan jumlah penduduk di provinsi yang bersangkutan," kata Siti saat dihubungi, Minggu (20/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa ini terkait dengan distribusi berdasarkan jumlah penduduk.

"Karena distribusinya tadi berdasarkan jumlah penduduk jadi ada penduduk sebuah provinsi begitu," lanjutnya.

Simak juga Video: Indonesia Kembali Kedatangan 10 Juta Bulk Vaksin Sinovac

[Gambas:Video 20detik]

(rdp/imk)