Anies Bolehkan Olahraga Sabtu-Minggu, Golkar: Pemimpin Harus Konsisten!

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 07:01 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, DKI Basri Baco
Basri Baco (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbolehkan masyarakat untuk berolahraga di luar rumah selama tidak berkerumun dan di saat yang sama menganjurkan masyarakat untuk tetap di rumah saja. Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menyebut tindakan Anies itu bisa membuat rakyat bingung.

"Pemimpin harus Konsisten, tidak boleh berubah-ubah nanti rakyat bingung. Harus tegas," kata Basri saat dihubungi, Sabtu (19/6/2021).

Basri menyebut olahraga di luar rumah bagaimanapun caranya pasti bisa berpotensi membuat kerumunan. Karena itu, dia meminta agar Pemprov DKI Jakarta justru mulai memperketat PSBB.

"Pasti lah (berpotensi kerumunan), mulai perketat lagi semua aturan PSBB ketat. Semua aktivitas harus direm. Kantor, rumah makan, tempat wisata, dan lain-lain," ucapnya.

Basri menyebut kondisi DKI Jakarta saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, dia meminta agar Anies segera mengambil langkah serius untuk menghentikan laju kenaikan COVID-19.

"Iya sangat mengkhawatirkan, perlu waspada tingkat tinggi dan perlu segera diambil langkah-langkah serius untuk mengerem laju kenaikan Covid," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganjurkan warga tetap di rumah saja selama akhir pekan. Meski demikian, dia mengizinkan warga berolahraga di luar rumah asalkan mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Jadi Sabtu-Minggu ini saya mengajak semuanya di rumah saja. Mungkin ada yang bertanya, boleh-tidak olahraga? Ya bisa. Olahraga bisa bersepeda, bisa lari, bisa jalan, yang penting jangan berkerumun," kata Anies melalui akun Instagram-nya, @aniesbaswedan, diakses detikcom pada Sabtu (19/6/2021).

Anies menyoroti aktivitas olahraga, seperti bersepeda ataupun lari, kerap menimbulkan kerumunan. Menurutnya, hal inilah yang harus dihindari.

"Sering masalahnya kalau olahraga bukan olahraganya, tapi sesudah olahraganya, lalu berkerumun. Nah, ini yang harus dihindari," jelasnya.

Simak video 'Mikro Lockdown, Strategi Kemenkes Tekan Laju Lonjakan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dnu)