Round-Up

2 Hari Berturut Rekor Kasus Corona di Jakarta yang Tak Baik-baik Saja

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 21:35 WIB
Mural melawan penyebaran virus Corona hiasi kawasan Setu, Cilangkap, Jaktim. Mural itu dibuat untuk dukung perjuangan para petugas di garda depan lawan COVID-19
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dua hari berturut-turut penambahan kasus corona di Jakarta mencetak rekor selama pandemi. Penambahan kasus corona di DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 4.895 kasus lebih tinggi daripada hari sebelumnya.

Sebelumnya pada (18/6/2021), penambahan kasus Corona di DKI Jakarta meningkat mencapai 4.737. Angka tersebut merupakan kasus tambahan Corona tertinggi selama pandemi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia sempat mengatakan kasus tambahan Corona di DKI pernah mencapai tertinggi pada Februari 2021. Angka tambahan kasusnya mencapai 4.213 pada 7 Februari.

Dari data tersebut itu, artinya tambahan kasus pada 18 Juni sebanyak 4.737 merupakan angka kasus tambahan tertinggi di Jakarta selama pandemi.

Sementara itu hari ini, Sabtu (19/6/2021) penambahan kasus baru corona di Jakarta kembali mencetak rekor. Hari ini Pemprov DKI Jakarta melaporkan tambahan kasus baru mencapai 4.895 sehingga totalnya mencapai 468.447.

Sementara itu, kasus sembuh hari ini di Jakarta mencapai 2.443, sehingga total pasien yang telah sembuh dari Corona sebanyak 431.004.

Kemudian kasus meninggal di DKI Jakarta bertambah 59 orang. Dengan demikian, total kasus meninggal akibat Corona mencapai 7.640.

Tambahan kasus Corona pada hari ini di DKI Jakarta menjadi yang tertinggi setelah sebelumnya pada Jumat (18/6). Pada Jumat kemarin kasus Corona mencapai 4.737, dengan demikian tambahan Corona di Jakarta pada hari ini menjadi yang tertinggi selama pandemi.


Jakarta Tak Baik-baik Saja

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan situasi kasus COVID-19 di DKI Jakarta. Menurut Fadil Imran, Jakarta sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

"Sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja," kata Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Fadil Imran mengatakan angka COVID-19 di Jakarta mengalami peningkatan. Bed occupancy ratio (BOR) di Wisma Atlet juga mengalami kenaikan.

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah pasien yang masuk rumah sakit akibat COVID-19 masih meningkat. Fadil Imran berpesan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Masyarakat diminta tidak abai akan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.


Anies Wanti-wanti Pengetatan Ekstra

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta mengalami lonjakan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperingatkan jika Jakarta memasuki fase genting terkait COVID-19, maka akan dilakukan pengetatan ekstra.

"Saya memperingati semua yang berkegiatan di DKI Jakarta ekonomi, agama, budaya, wajib mematuhi aturan, jika tidak Jakarta akan memasuki fase genting, jika fase itu masuk, kita akan melakukan pengetatan ekstra," ujar Anies saat memimpin apel bersama dalam rangka penegakan pendisiplinan PPKM berskala mikro di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021).

Anies menjelaskan DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus penularan COVID-19. Penambahan angka penularan dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan hingga 50 persen.

"Dalam 1 minggu terakhir, kasus aktif di Jakarta per tanggal 6 Juni, 11.500. Dan hari ini menjadi 17.400 kasus. Dalam waktu 1 minggu mengalami pertambahan 50 persen. Positivity rate juga meningkat, yang minggu lalu 9 persen, hari ini 17 persen," ujar Anies.

Simak video 'Mikro Lockdown, Strategi Kemenkes Tekan Laju Lonjakan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]