Keluarga Curiga Pemred Media di Sumut Ditembak Gegara Masalah Berita

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 16:26 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Edi Wahyono/detikcom)
Simalungun -

Pemimpin redaksi (pemred) media lokal di Sumatera Utara (Sumut), Mara Salem Harahap atau Marsal, tewas diduga ditembak orang tidak dikenal (OTK). Keluarga mencurigai hal itu terjadi karena masalah berita.

Kecurigaan itu disampaikan kakak Marsal, Farida Isnara Harahap. Dia menyebut Marsal pernah dikeroyok sekitar 3 tahun lalu karena masalah pemberitaan.

"Masalah mengenai pemberitaan. Pernah dia dikeroyok beberapa tahun yang lalu. Sekitar 3 tahun yang lalu," kata Farida di Medan, Sabtu (19/6/2021).

Farida mengatakan korban saat itu diduga dikeroyok karena pemberitaan masalah narkoba. Dia mengklaim ada orang yang tidak senang dengan berita yang dibuat Marsal.

"Pemberitaan soal narkoba, bandar judi gitu. Mungkin ada yang keberatan," ucapnya.

Sepupu Marsal, Rencana Siregar, mengatakan Marsal sempat bercerita mendapat ancaman beberapa waktu lalu. Ancaman itu, katanya, diduga terkait pemberitaan yang dia buat.

"Sebelumnya 2 minggu lalu sempat datang ke rumah menyampaikan keluhan mengenai pemberitaan tempat hiburan malam. Jadi kita tidak bisa menyebutkan namanya. Cuma dia mengeluhkan ada orang yang protes tentang pemberitaan itu," kata Rencana.

Rencana menduga korban ditembak dari jarak dekat. Dia mengatakan tak ada kerusakan pada mobil yang dikendarai Marsal.

"Karena nggak ada kerusakan kaca mobilnya. Berarti almarhum membukakan kaca ataupun pada saat dekat rumah, dia buka kaca karena mau dekat rumah," jelasnya.

Marsal sebelumnya ditemukan tewas dengan luka tembakan di paha sebelah kiri. Marsal diduga ditembak 300 meter dari rumahnya.

"Di paha sebelah kiri," kata Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan.

Tatan mengatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Tim ini terdiri atas personel Polda hingga polsek.

"Kami membentuk tim gabungan dari Polda, Polres, dan polsek untuk menyelidiki kasus ini," ucapnya.

PWI Minta Pelaku Ditangkap

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut menyebut Mara Salem merupakan wartawan sekaligus pemred salah satu media lokal di Sumut. PWI Sumut meminta agar pelaku penembakan segera ditangkap.

"PWI Sumut mengecam keras dan mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku serta motif melatarbelakangi korban sehingga mati terbunuh mengenaskan saat menuju kediamannya," ucap Ketua PWI Sumut Hermansjah.

Herman mengatakan Marsal ditembak dini hari tadi di dalam mobil miliknya. Dia mengingatkan ada undang-undang yang menjamin perlindungan terhadap pers.

"Pers seharusnya tidak saja dijamin, tapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas profesinya sebagai seorang wartawan di lapangan," kata Herman.

Herman menyebut ada beberapa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Sumut dalam beberapa bulan terakhir. Yang terbaru adalah penembakan terhadap Marsal.

"Pada 29 Mei 2021, kasus percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis jurnalis linktoday.com di Kota Pematangsiantar. Pada 31 Mei 2021, mobil jurnalis Metro TV Pujianto di Sergai dibakar OTK," tutur Herman.

(haf/haf)