Dibantu Mensos, Omzet Dagangan Disabilitas Ini Naik Jadi Rp 900 Ribu/Hari

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 14:36 WIB
Dibantu Mensos, Omzet Dagangan Disabilitas Ini Naik Rp 900 Ribu/Hari
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta -

Kondisi disabilitas fisik tidak jadi penghalang untuk tetap bekerja. Hal ini dialami oleh remaja berusia 17 tahun bernama Gading Ogi Saputra, seorang penyandang disabilitas fisik yang sukses berdagang.

Gading mengalami kondisi disabilitas fisik sejak lahir yang membuat perlambatan perkembangan fisik sehingga kedua kakinya tidak berfungsi normal. Ia bisa berjalan merangkak dibantu dengan kedua tangannya.

Sudah dua tahun terakhir ini, ia bekerja jualan kopi keliling. Sebelum berangkat bekerja, ibunya, Susiati, membantu merapikan minuman, rokok, dan barang dagangan lainnya di boks motor listrik roda tiga milik Gading. Ia pun berdagang dari pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Gading biasanya menyempatkan diri untuk salat maghrib di Masjid Agung setelah sampai di Alun-Alun, Kabupaten Pekalongan. Malam hari menjadi waktu yang dipilih untuk berjualan karena banyaknya orang yang berkumpul di Alun-Alun pada malam hari.

Adapun motor listrik roda tiga yang dipakai Gading adalah bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selasa (15/6).

Dengan motor listrik roda tiga, Gading mengaku omzet dagangannya naik. Ketika menggunakan sepeda, omzet yang ia peroleh Rp 500 ribu per hari. Sementara kini memakai motor listrik roda tiga, Gading bisa memperoleh omzet sebesar Rp 900 ribu per hari.

Kenaikan tersebut lantaran jumlah dan variasi barang dagangan Gading bertambah berkat boks motor yang bisa menampung lebih banyak muatan. Selain itu, tentu memperluas jangkauan serta menghemat waktu dan energi. Dari keuntungan yang didapat, Gading menyisihkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari untuk ditabung di salah satu bank swasta di wilayahnya.

Perubahan usaha dagang Gading pun diamini oleh Pendamping Penyandang Disabilitas Kabupaten Pekalongan Purwoji. Ia mengakui bahwa Gading semakin percaya diri dan bersemangat untuk berjualan sejak memperoleh motor listrik roda tiga. Apalagi setelah bertemu dengan Ibu Menteri Sosial. Gading makin dikenal khalayak.

"Di sini, kan, komplek perkantoran Dinas ya. Hampir semua satpam kenal dengan Gading dan selalu membeli barang dagangan Gading," ujar Purwoji dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Harapan Mensos nampaknya mulai terwujud. Dengan motor listrik roda tiga, kini Gading bisa beraktivitas lebih mudah, semakin produktif, mandiri, dan tidak bergantung kepada orang lain. Jika Gading bisa, maka kesempatan yang sama juga terbuka lebar bagi Gading-Gading lainnya di luar sana.

Gading pun sering kali mendapat orderan dari kantor Kejaksaan Negeri Pekalongan. Disana, sudah menunggu beberapa pegawai salah satunya adalah Beny Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Kabupaten Pekalongan. Menurut Beny, adanya Gading sangat membantu karena kantin di kantor tutup.

"Karena COVID-19, kantin kantor tutup. Jadi kita tinggal panggil Gading kalau butuh minuman dan rokok," kata Beny.

(akd/ega)