Round-Up

Dalih Tak Sengaja Pelaku Pelecehan Seks ke Ibu-ibu di Selatan Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 22:20 WIB
ilustrasi pelecehan seksual
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Seorang ibu berusia 55 tahun mendapat pelecehan seksual saat mandi di Jakarta Selatan. Pelaku berinisial S (38) berdalih tak sengaja.

Peristiwa ini dikabarkan terjadi pada Rabu (16/6/2021) pukul 12.16 WIB di kawasan Tebet. Pelaku yang berjumlah satu orang mengaku menjadi sales hand & body lotion.

Anak korban menolak barang yang ditawarkan pelaku. Lalu, pelaku pergi ke area belakang rumah.

Merasa curiga, anak korban mengecek ibunya yang sedang berada di kamar mandi. Tak lama kemudian, dia mendengar suara teriakan ibunya dan melihat pelaku lari.

Berdasarkan keterangan ibu korban, pelaku diduga melakukan pelecehan di bagian vital. Anak korban kemudian mengejar pelaku sambil berteriak meminta tolong warga.

Dibantu oleh warga, pelaku berhasil diamankan. Sebelum diserahkan ke polisi, pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga.

Pelaku Berdalih Tidak Sengaja

Usai ditangkap, pelaku langsung diperiksa polisi. Kepada polisi, pelaku berdalih tidak sengaja melakukan pelecehan seksual.

"(Motif melakukan pelecehan seks) ya nggak disengaja. Mungkin nggak disengaja atau gimana, menurut yang bersangkutan gitu, nggak disengaja, tapi kita nggak tahu juga," kata Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Hermawahyu Adi saat dihubungi detikcom, Jumat (18/6/2021).

Adi menjelaskan secara singkat kronologi pelecehan seksual tersebut. Pelaku, kata dia, datang ke rumah korban dengan berpura-pura menawarkan produk.

"Itu dia mau menawarkan dagangannya pada ibu-ibu. Nah, dia nggak tahu, maksa mau masuk ke mana gitu loh, ternyata di dalam itu ada ibu-ibu sedang buang air kecil atau apa gitu, loh," jelas Adi.

Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Polisi menyebutkan pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Informasi itu didapat polisi dari pihak keluarga pelaku.

"Keterangan dari keluarga, terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan," kata Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yurikho kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Di sisi lain, pelaku memberikan keterangan inkonsisten selama pemeriksaan di kantor polisi.

"Pelaku pada saat diambil keterangan memberikan pernyataan yang tidak konsisten," imbuh Alex.