detikcom Do Your Magic

Harapan Pedagang: Cepatlah Bereskan Preman Ceger Tangsel yang Meresahkan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 20:08 WIB
Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Foto ilustrasi: Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Tangerang Selatan -

Para pedagang berharap agar aparat keamanan membereskan masalah premanisme di Jl Ceger Raya, Tangerang Selatan. Preman ceger sudah bikin resah dan takut.

"Saya berharap masalah preman ini cepat dituntaskan, karena kita terganggu dan takut juga," kata salah seorang pedagang sebut saja X (bukan nama inisial), ditemui di salah satu sudut Jl Ceger Raya, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (18/6/2021).

Pedagang di lokasi setuju preman diberantas supaya aktivitas mencari nafkah menjadi lebih aman. Ada pula Z yang bersimpati kepada para pedagang kecil yang mencari rezeki di jalan yang tak jauh dari perbatasan Jakarta ini.

"Setuju banget (preman diberantas), biar aman, utamanya pedagang yang kecil-kecil ya, kasihan kalau diminta jatah terus," kata salah seorang pedagang sebut saja Z (bukan nama inisial) diwawancarai detikcom.

Z yang berjualan pelbagai barang di warung hapal betul gelagat preman yang sering minta duit. Mereka biasa minta duit sekitar Rp 20 ribu atau Rp 25 ribu per bulan, pernah pula Rp 30 ribu. Dia juga pernah mengalami dimintai japrem (akronim populer 'jatah preman) menggunakan kuitansi ormas.

Kadang-kadang, preman juga minta Tunjangan Hari Raya (THR), meski untuk lebaran terakhir kemarin dia tidak dimintai jatah preman. Dia berharap, kondisi yang bikin resah ini cepat berakhir. Dia ingin polisi segera mengamankan kawasan ini.

"Saya berharap segera dibereskan saja gitu (preman-preman Ceger), bagaimana solusi terbaiknya karena ini persoalan yang sudah lama. Ini supaya kita pedagang juga merasa aman. Soalnya bukan satu orang saja yang minta uang, tapi banyak. Daripada kita bonyok, jadi mau nggak mau ya mending kita kasih kan (uang jatah preman)," tutur Z.

Selanjutnya, kata Kapores Tangsel:

Selanjutnya
Halaman
1 2