Jadi Tuan Rumah Balap Motocross Dunia, RI Ditaksir Kantongi Rp 20 M

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 10:35 WIB
VALKENSWAARD, NETHERLANDS - MARCH 31:  Jorge Prado of Spain on a KTM for Red Bull KTM Factory Racing competes during the MX2 Motocross World Championship on March 31, 2019 in Valkenswaard, Netherlands. (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memastikan Indonesia akan dua kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional bergengsi Motor Cross, The FIM MXGP World Championship 2021. Pebalap dari 28 negara akan berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.

Putaran pertama akan diselenggarakan pada 28 November 2021 di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan putaran kedua akan diselenggarakan pada 5 Desember 2021 di Bali atau Mandalika, Lombok, NTB.

"Badan Otorita Borobudur telah menyiapkan lahan dari Pakualaman Ground seluas 24 hektare untuk perhelatan MXGP. Lokasinya sangat strategis. Berjarak 8 Km dari New Yogyakarta International Airport, serta bisa diakses dari jalur lintas selatan atau Jalan Daendels karena hanya berjarak 1 Km. Lokasi sirkuit yang berjarak 200 meter dari garis pantai, dengan ombak yang tidak pernah berhenti, menjadikannya sebagai sirkuit motocross dengan pemandangan sangat eksotis. Sementara dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 40 Km dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam. Lokasi sirkuit juga didukung dengan keberadaan RSUD Wates yang berjarak 10 Km," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (18/5/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan usai menerima jajaran Pejabat Badan Otorita Borobudur (BOB), di Jakarta, Kamis (17/6).

Bamsoet menjelaskan, dengan dua kali menjadi tuan rumah MXGP, Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain mengembangkan potensi olahraga, motocross juga turut menggerakkan perekonomian rakyat dari sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif berupa souvenir dan kerajinan lainnya.

"Tidak kurang dari 1.500 orang akan melakukan perjalanan ke Indonesia, mulai dari pembalap crew, dan media. Memberikan efek yang dahsyat bagi berbagai sektor perekonomian, dengan perkiraan omzet rata-rata mencapai Euro 3,5 juta atau sekitar Rp 60,3 miliar lebih. Potensi pendapatan yang bisa diperoleh negara melalui pendapatan langsung maupun tidak langsung bisa mencapai Euro 1,2 juta atau sekitar Rp 20,7 miliar lebih," jelas Bamsoet.

Ia menerangkan, penyelenggaraan MXGP juga dapat meningkatkan country branding Indonesia. Tidak kurang dari 2.022 jurnalis dan fotografer akan meliput kegiatan tersebut. Rata-rata, sebanyak 1,42 miliar penonton dari berbagai negara juga akan menyaksikan kejuaraan ini dari siaran televisi dan media lainnya.

"TV coverage MXGP tersebar di Eropa sebanyak 62,4 persen, Asia Pacific 18,8 persen, USA dan North America 11,2 persen, serta America Latin 4,1 persen. Menjadikan nama Indonesia semakin dikenal berbagai warga negara dunia," pungkas Bamsoet.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Utama BOB Indah Juanita, serta Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika. Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum IT dan Digital Tengku Irvan Bahran, Wakil Ketua Umum Event dan Internasional Judiarto, Plt Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Eddy Saputra, Ketua Komisi Wisata Roy Wicaksono, Komisi Touring Erwin Indrianto, Komunikasi dan Media Sosial Dwi Nugroho dan Hasby Zamri.

Simak juga video 'Jokowi Bicara Reputasi RI, Singgung MotoGP-Formula E':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)