2 Wilayah Ini Masuk Zona Merah Jakarta yang Tak Baik-baik Saja

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 09:10 WIB
Sebuah gang di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, dilockdown. Penerapan micro lockdown itu dilakukan usai ditemukannya klaster COVID-19 di kawasan tersebut.
Ilustrasi zona merah (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Jakarta sedang tidak baik-baik saja karena kasus COVID-19 yang terus naik. Berdasarkan data Satgas COVID DKI Jakarta per 10 Juni 2021, ada dua RT/RW yang berada di zona merah.

Dilihat dari situs corona.jakarta.go.id, Jumat (18/6/2021), RT/RW zona merah berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Status zona merah di Jakarta Pusat tepatnya di Kecamatan Cempaka putih, Kelurahan Rawasari RT 013 RW 009.

"Jumlah kasus aktif 9, jumlah rumah dengan kasus aktif 7," bunyi keterangan tersebut.

Sedangkan zona merah di Jakarta Barat ada di Kecamatan Palmerah, Kelurahan Palmerah RT 06 RW 04. Di Palmerah RT 06 RW 04 itu ada 25 kasus aktif COVID-19 terdiri atas jumlah kasus aktif 19 dan jumlah rumah dengan kasus aktif 6.

Sementara itu, dipaparkan juga ada 460 RT yang masuk zona rawan di Jakarta Pusat. Jakarta Timur ada 828 RT zona rawan. Kemudian zona rawan di Jakarta Barat ada di 975 RT.

Lalu RT zona rawan di Jakarta Selatan ada 672. RT Zona Rawan di Jakarta Utara sebanyak 547, dan RT zona rawan di Kepulauan Seribu sebanyak 4 wilayah.

Berdasarkan keterangan di situs, ini merupakan hasil pembaruan data terakhir 20 Juni 2021. Data RT rawan ini sebagai dasar perhitungan untuk penerapan wilayah pengendalian ketat (WPK) periode 14 Juni 2021 sampai 20 Juni 2021.

Jakarta Tak Baik-baik Saja

Pernyataan itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Saat itu Fadil sedang menyampaikan situasi kasus COVID-19 di DKI Jakarta.

"Sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja," kata Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Fadil Imran mengatakan angka COVID-19 di Jakarta mengalami peningkatan. Bed occupancy ratio (BOR) di Wisma Atlet juga mengalami kenaikan.

Ia juga menyampaikan jumlah pasien yang masuk rumah sakit akibat COVID-19 masih meningkat.

Sementara itu, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan situasi COVID-19 di Ibu Kota masih terkendali. Meski begitu, Riza mengakui kasus COVID-19 di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir meningkat.

Riza mengatakan meningkatnya kasus harian Corona di DKI juga dibarengi jumlah testing. Menurutnya, jumlah testing yang ada di Jakarta sudah melebihi standar WHO.

"Kasus tinggi disebabkan oleh tes PCR kita tinggi ya, sampai 9 kali lipat dari standar yang diminta oleh WHO," jelasnya.

Selain itu, angka kesembuhan COVID-19 masih di atas 90 persen. Jadi, sekali lagi, dia menjamin situasi COVID-19 di Jakarta terkendali.

"Angka kesembuhan masih baik ya, 93,8 persen, angka kematian 1,7 persen," ucapnya.

Anies Perpanjang PPKM Mikro

PPKM mikro di Jakarta diperpanjang hingga 28 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga waspada mencegah penularan COVID agar Jakarta tak masuk ke fase genting.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, jika Jakarta masuk fase genting, Pemprov DKI harus menarik rem darurat yang akan berdampak pada perekonomian.

"Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting. Jika fase itu terjadi, kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang. Untuk itu, maka dua unsur harus kerja bersama. Unsur rakyat-warga dengan pemerintah dan penegak hukum, harus kolaborasi, masyarakat menjalankan 3M dan kita (di pemerintahan) semua laksanakan 3T," papar Anies.

Simak video 'Grafik Lonjakan Jumlah Kasus Corona di Jakarta Per 6-17 Juni':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/imk)