Kasus Harian Tembus 4.000, Ombudsman Desak Pemprov DKI Tarik Rem Darurat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 20:47 WIB
Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Teguh P. Nugroho
Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Teguh P. Nugroho (Bahtiar Rifai/detikcom)
Jakarta -

Penambahan kasus positif COVID-19 DKI Jakarta hari ini menembus 4.144 kasus. Menindaklanjuti hal ini, Ombudsman DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI segera menarik rem darurat.

"Saatnya tarik rem darurat. Semua bidang non-esensial mengikuti panduan Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021," kata Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho saat dihubungi, Kamis (17/6/2021).

Ombudsman kemudian menyoroti keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan yang memberlakukan WFH 75% dan WFO 25% di perkantoran zona merah. Dia meminta pengawasan terus diperketat agar kebijakan itu benar diterapkan di perkantoran.

Hal ini, sebutnya, telah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 13 Tahun 2021.

"Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas perkantoran supaya pekerja hanya 25% harus dilakukan secara konsisten, termasuk pemberian sanksi bagi perkantoran yang melanggar ketentuan tersebut juga pusat perbelanjaan dan mal," tegasnya.

Di sisi lain, Teguh mengapresiasi pemerintah setempat memutuskan memberhentikan uji coba pembelajaran tatap muka di Jakarta. Meski demikian, dia berharap Pemprov menutup sementara tempat pariwisata.

"Bukan hanya penghentian PTM, pembukaan tempat wisata, seperti Ragunan dan Ancol, juga harus dihentikan dulu," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Kasus COVID-19 di Jakarta kembali 'ngegas' alias melonjak secara signifikan. Merujuk pada data BNPB sepekan terakhir, kasus tambahan Corona di Jakarta naik signifikan. Berikut datanya:

6 Juni: 1.019
7 Juni: 1.197
8 Juni: 755
9 Juni: 1.376
10 Juni: 2.091
11 Juni: 2.293
12 Juni: 2.455
13 Juni: 2.769
14 Juni: 2.722
15 Juni: 1.502
16 Juni: 2.376
17 Juni: 4.144

Gubernur DKI Anies Baswedan mewanti-wanti bakal ada pengetatan ekstra jika kasus COVID tak terkendali. Anies mengatakan dalam sepekan terakhir positivity rate di Jakarta naik hampir dua kali lipat.

"Dalam waktu 1 minggu mengalami pertambahan 50%, positivity rate juga meningkat, yang minggu lalu 9%, hari ini 17%," sambung Anies, di lapangan Blok S, Minggu (14/6/2021).

Penambahan kasus positif Corona 17 Juni tertinggi sejak pandemi, simak di halaman berikut

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dinkes Sebut Kenaikan Kasus COVID-19 DKI Seperti De Javu"
[Gambas:Video 20detik]