Airlangga Jadi King Maker Pilpres, Meutya Hafid: Golkar Terbuka Berkoalisi

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 19:46 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Hasil survei Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA gelar pada responden dari berbagai daerah di Indonesia menyebut belum menemukan figur capres dengan elektabilitas di atas 25%. Namun, hasil survei melaporkan terdapat tiga orang king/queen maker pada Pilpres 2024, yakni Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto.

Merespons hal ini, Anggota Fraksi Partai Golkar, Meutya Hafid menyampaikan masuknya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga sebagai king maker didasari fakta bahwa Golkar merupakan partai dengan modal 3/4 presidential threshold untuk mencalonkan pasangan capres dan cawapres di 2024.

Dengan jumlah kursi sebanyak 85 atau 14,78% jumlah kursi di DPR, Golkar hanya perlu berkoalisi dengan satu partai di DPR, kecuali PPP, untuk dapat mencalonkan pasangan capres dan cawapres.

"Posisi ini membuat Golkar sangat strategis untuk bisa maju dan mengusung capres kami sendiri. Golkar sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana pun yang memiliki kesamaan visi dan platform yang sama dalam memajukan bangsa," kata Anggota Fraksi Partai Golkar, Meutya Hafid dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan hasil survei LSI, elektabilitas Airlangga juga cenderung membaik dengan elektabilitas sebesar 5,8 persen. Adapun angka ini berada di atas Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (3,8%) dan Ketua DPR RI, Puan Maharani (2%).

Dengan elektabilitas tersebut, Airlangga hanya kalah dari Prabowo Subianto (23,5%), Ganjar Pranowo (15,5%), Anies Baswedan (13,8%) dan Sandiaga Uno (7,6%).

Namun dari hasil survei tersebut, Meutya mengungkapkan belum ada capres yang memiliki elektabilitas minimal 25 persen. Adapun angka tersebut merupakan batas keunggulan jika terdapat empat kandidat calon presiden di Pilpres 2024.

"Semua capres elektabilitasnya cenderung masih imbang dalam arti tidak ada yang mencapai suara mayoritas. Kami memandang kontestasi di lapangan akan menarik dan masyarakat akan memilih berdasar kerja-kerja partai. Golkar akan terus melakukan kerja-kerja sesuai arahan ketua umum, yakni fokus pada dua hal; kesehatan dan ekonomi," ungkapnya.

Dalam survei tersebut, peneliti LSI Adjie Alfaraby juga menyatakan jika Golkar dapat menaikkan tingkat popularitas Airlangga hingga di atas 50 persen. Dengan demikian, elektabilitas Airlangga pun akan meningkat dengan sendirinya.

Terkait hal ini, Meutya menyebut bahwa elektabilitas Airlangga telah meningkat secara konsisten. Menurutnya, hal ini merupakan kerja nyata Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPCPEN.

"Elektabilitas Pak Airlangga, sudah naik secara konsisten dan masuk di lima besar survei ini. Padahal beliau belum kampanye. Ini menjadi energi untuk Partai Golkar bahwa masyarakat mengapresiasi kinerja beliau sebagai Menko Perekonomian dan Ketua PC/PEN. Ini bukti beliau kerja nyata," tutur Meutya.

Selain itu, survei LSI juga menilai Airlangga sebagai kandidat yang fleksibel. Dengan demikian, Airlangga dapat menjadi king maker untuk menentukan capres dan cawapres yang berpotensi untuk menang atau maju sebagai capres atau cawapres dengan mencari pasangan pada Pilpres 2024.

Potensi Airlangga juga disebut melebihi king/queen maker lainnya. Hal ini mengingat Megawati diyakini tidak akan maju lagi sebagai capres atau cawapres. Sementara Prabowo sebagai capres veteran, tidak mungkin menurunkan statusnya sebagai cawapres di Pilpres 2024.

Sebagai informasi, survei LSI ini digelar pada 28 Mei-4 Juni 2021 dengan mengambil sampling 1200 responden. Penelitian dilakukan dengan metode multistage random sampling dan margin of error sebesar 2,9 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka yang memenuhi protokol kesehatan.

(mul/ega)