Lonjakan Corona Usai Lebaran 2021 Lebih Tinggi dari 2020, Kenaikan 112%

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 18:44 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyampaikan sejumlah pelajaran yang dapat dipetik terkait penyebaran COVID-19 pasca-Idul Fitri. Pembelajaran pertama adalah kenaikan kasus Corona usai Lebaran 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pembelajaran yang pertama adalah, setelah disandingkan pada minggu keempat, ternyata kenaikan kasus pasca-Idul Fitri di tahun ini secara nasional mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu mencapai 112,22 persen. Sedangkan kenaikan kasus pada tahun 2020 adalah sebesar 93,11 persen," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung oleh akun YouTube BNPB, Kamis (17/6/2021).

Wiku menjelaskan kenaikan di tahun ini tidak dipungkiri terjadi karena pada minggu keempat usai Idul Fitri peningkatan kasusnya signifikan jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Dalam satu minggu terjadi kenaikan hampir 2 kali lipat, sehingga menyebabkan perbedaan yang signifikan pada keadaan minggu ketiga lalu dengan minggu keempat saat ini.

"Jika dibandingkan kenaikan minggu ketiga, yang sempat saya sampaikan, kenaikan di tahun ini hanya sekitar 50 persen. Sedangkan di tahun lalu kenaikannya mencapai 80 persen. Hanya, dalam satu minggu saja persentase kenaikan kasus di tahun ini bisa melampaui persentase kenaikan kasus di tahun lalu," sebutnya.

Pembelajaran yang kedua adalah, jika dilihat pada minggu keempat tahun ini dibandingkan minggu keempat tahun lalu, signifikansi kenaikan kasusnya tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Di tahun lalu, Jawa Tengah mengalami kenaikan hingga 758 persen. Sedangkan di tahun ini sebesar 281 persen.

Hal ini dapat terjadi karena pada tahun lalu Indonesia masih berada di tahap awal penanganan pandemi dan masih menyesuaikan diri terhadap situasi dalam menangani COVID-19.

"Keadaan ini dapat memicu signifikansi kenaikan yang lebih tinggi. Namun, jika dilihat lebih dalam tahun ini, meskipun persentase kasus di tingkat provinsi tidak mengalami kenaikan sebesar tahun lalu, namun pada beberapa kabupaten/kota tertentu terjadi peningkatan kasus yang signifikan dalam rentan waktu yang singkat," papar Wiku.

"Contohnya kenaikan kasus pada beberapa kabupaten/kota di minggu lalu, seperti di Bangkalan, Pati, Kudus, Jepara, Bandung dan Kota Cimahi," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Corona di RI? Ini Kata Satgas

[Gambas:Video 20detik]