Heboh Manuver Ahok, Ini Surat Penarikan Corporate Credit Card Pertamina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 18:07 WIB
Ahok
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok (Foto: 20Detik)
Jakarta -

Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menghapus fasilitas kartu kredit untuk manajer, direksi, dan komisaris Pertamina demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya operasional. Dia mengatakan keputusan ini sudah dieksekusi.

"Direktur Keuangan Pertamina telah mengeksekusi kesepakatan dalam RUPS tentang pemakaian credit card," kata Ahok saat dihubungi detikcom, Kamis (17/6/2021).

Dari dokumen yang diperoleh detikcom, eksekusi kesepakatan dalam RUPS tersebut tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.

Berikut isi lengkapnya:

Kepada: Para pejabat sesuai daftar terlampir
Dari: Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero)
Tanggal: 15 Juni 2021
Perihal: Penarikan Corporate Credit Card di Lingkungan Pertamina Group

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya operasional di lingkungan Pertamina Group maka saat ini sedang dilakukan penataan kembali mekanisme penggunaan Corporate Credit Card bagi Direksi, Komisaris dan seluruh Perwira Pertamina Group.

Bersama ini disampaikan hal-hal berikut untuk ditindaklanjuti:

1. Menghentikan penggunaan Corporate Credit Card bagi Direksi, Komisaris dan seluruh Perwira Pertamina Group yang pembayarannya dilakukan oleh Perusahaan melalui mekanisme autodebet maupun bank transfer instruction terhitung mulai tanggal 15 Juni 2021.

2. Untuk sementara waktu agar menggunakan Credit Card pribadi untuk kebutuhan operasional yang berkaitan dengan pekerjaan dan kegiatan kantor. Penggantian atas pengeluaran tersebut akan dilakukan secara reimbursement sesuai ketentuan Perusahaan yang berlaku.

3. Mengembalikan fisik Corporate Credit Card yang dimaksud pada point 1 di atas pada kesempatan pertama kepada VP Industrial Relation and Compensation & Benefit untuk Holding dan kepada VP HC masing-masing Sub Holding.

4. Masing-masing Direktur Keuangan/CFO menyampaikan update melalui surat kepada SVP Corporate Finance bahwa butir 1,2 dan 3 di atas telah dilaksanakan di entitasnya. Surat ini telah disiapkan sesuai tata kerja dan prinsip-prinsip dasar integritas Perusahaan sesuai prinsip-prinsip GCG yang dimuat dalam Tata Kelola Perusahaan PT Pertamina (Persero).

Demikian disampaikan, atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.

Direktur Keuangan,

(tanda tangan)

Emma Sri Martini


Tembusan:
1. Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero)
2. Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
3. Direktur SDM PT Pertamina (Persero)
4. Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero)
5. Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero)
6. Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero)

Daftar Distribusi:
1. Chief Executive Officer Subholding Upstream
2. Chief Finance Officer Subholding Upstream
3. Chief Executive Officer Subholding R&P
4. Chief Finance Officer Subholding R&P
5. Chief Executive Officer Subholding C&T
6. Chief Finance Officer Subholding C&T
7. Chief Executive Officer Subholding Shipping
8. Chief Finance Officer Subholding Shipping
9. Chief Executive Officer Subholding Power & NRE
10. Chief Finance Officer Subholding Power & NRE
11. Chief Executive Officer Subholding Gas
12. Chief Finance Officer Subholding Gas
13. Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika
14. Direktur Keuangan PT Pertamina Bina Medika
15. Direktur Utama PT Pedeve
16. Direktur Keuangan PT Pedeve
17. Direktur Utama PT Pertamina Training & Consulting
18. Direktur Keuangan PT Pertamina Training & Consulting
19. Direktur Utama PT Patra Jasa
20. Direktur Keuangan PT Patra Jasa
21. Direktur Utama PT Pelita Air Services
22. Direktur Keuangan PT Pelita Air Service
23. Direktur Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia
24. Direktur Keuangan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia
25. Perwira Pertamina Group

Saat dikonfirmasi soal isi surat yang beredar ini, Ahok membenarkan. Lewat ini, eks Gubernur DKI Jakarta ini sekaligus meluruskan adanya statement yang menyebut dirinya seolah hendak membawa Pertamina mundur dengan menerapkan sistem tunai, bukan sistem cashless yang sudah berjalan.

"Ini biar nggak ada yang melakukan perkeliruan seolah saya minta balik ke tunai," kata Ahok. Diketahui saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok juga mendorong dan menerapkan sistem nontunai sebagai bentuk transparansi.

Lihat juga Video: Kebakaran di Tangki Kilang Cilacap Pertamina Dinyatakan Padam

[Gambas:Video 20detik]



(hri/fjp)