Penyuap Nurdin Abdullah Tawarkan Proyek Sulsel ke Pengusaha, Minta Rp 1 M

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 14:01 WIB
Tersangka korupsi, Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto menuju mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/3/2021) usai menjalani pemeriksaan Agung Sucipto disangka menyuap Nurdin Abdullah, saat itu Gubernur aktif Sulawesi Selatan untuk memperoleh proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Uang suap diberikan melalui tersangka Edy Rahmat yang sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah.
Terdakwa pemberi suap kepada Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto (Ari Saputra/detikcom).
Makassar -

Terdakwa pemberi suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu, disebut pernah menawarkan proyek irigasi di Kabupaten Sinjai kepada pengusaha lain. Saat itu Anggu minta dana Rp 1 miliar.

Hal ini diakui pengusaha yang ditawari proyek irigasi di Sinjai oleh Anggu, yakni Komisaris PT Purnama Karya Nugraha, Harry Syamsuddin, saat menjadi saksi di sidang terdakwa Anggu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (17/6/2021).

Awalnya, jaksa KPK bertanya kepada Harry soal awal mula Anggu meminta uang Rp 1 miliar kepadanya. Harry mengatakan, pada 26 Februari 2021, dia diminta oleh Anggu untuk bertemu di salah satu kafe di Makassar. Dia pun pergi menemui Anggu.

"Jadi Saudara akhirnya melakukan pertemuan dengan Terdakwa. Pada saat Saudara jadi melakukan pertemuan dengan Terdakwa, apa yang dibicarakan?" tanya jaksa KPK kepada Harry.

Harry menjawab pertemuannya dengan Anggu saat itu membahas terkait masalah keluarga dan soal dana Rp 1 miliar untuk proyek.

"Cerita soal Rp 1 miliar untuk proyek," kata Harry.

Harry melanjutkan, lima hari sebelum bertemu Anggu pada 26 Februari, Anggu memang sempat menelepon dirinya dan meminta dana Rp 1,5 miliar. Namun Harry hanya menyanggupi Rp 1 miliar, itu pun akan diberikan kepada Anggu setelah cair dana kreditnya dari bank.

"Kebetulan bisa (cair uang dari bank), yang cair itu Rp 5 miliar 500 juta (Rp 5,5 miliar), yang dikasih ke Pak Agung Rp 1 miliar 50 juta (Rp 1,05 miliar)," kata Harry.

Diakui oleh Harry, dirinya dengan Anggu merupakan kerabat dekat sehingga sering saling meminjam uang, termasuk Rp 1 miliar 50 juta yang diberikan kepada Anggu. Tapi, pada pertemuan di kafe pada 26 Februari lalu, keduanya memang sempat membahas proyek di Pemprov Sulsel.

"Pernah saya dengar di Sinjai itu ada (dana) bantuan provinsi pengerjaan irigasi (tahun 2021). Dia bilang, 'Saya (Agung Sucipto) bisa bantu dapatkan'," kata Harry.

Harry, yang mengaku tidak mengenal banyak orang di Pemprov Sulsel, berharap Anggu dapat membantunya mendapatkan proyek irigasi tersebut. Harry melalui melalui direktur perusahaannya, Abd Rahman memang sempat menitipkan proposal proyek irigasi di Sinjai ke Pemprov Sulsel.

"Dia (Anggu) kan cuma siap bantu, jadi saya bilang tolong dibantu saya karena kan tidak kenal orang-orang di Provinsi," kata Harry.

Hakim lantas mendalami maksud Harry memberikan uang Rp 1 miliar kepada Anggu. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga video 'Terkait Uang Sitaan Rp 3,5 M, Nurdin Abdullah: Itu Bantuan Masjid':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2