Kementerian PUPR Koordinasi dengan Pemda Atasi Longsor Kali Ciputat

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 10:26 WIB
Warga memantau arus aiir yang masuk dan menyebabkan banjir di perumahannya akibat jebolnya tanggul karena tertimpa tanah longsor, di Perumahan Nerada Estate Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/6/2021). Longsor yang menimpa sejumlah rumah disebabkan hujan deras yang terus menerus di kawasan tersebut dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Foto: Antara Foto/Muhammad Iqbal
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane (Cilcis) telah mengatasi masalah longsor di Kali Ciputat. Selanjutnya, Kementerian PUPR akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Bob Arthur Lombogia menjelaskan begitu terjadi longsor, BBWS Cilcis telah menanggulangi dengan memperlancar aliran air di Kali Ciputat.

Alat berat seperti excavator long arm dan dump truck diterjunkan untuk membersihkan area sungai tersebut dari material yang menghambat aliran air. 500 buah sandbag disebar guna mencegah luapan air ke area pemukiman.

"Karena kita tahu bersama pada saat terjadi longsor itu, sungai terbendung dan itu berbahaya bagi keselamatan masyarakat di situ. Apalagi ketika terjadi hujan susulan bisa mengakibatkan banjir yang makin lama makin tinggi sehingga kami dari Dirjen SDA dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane melakukan pembukaan aliran dulu," jelas Bob kepada detikcom, Rabu (16/6/2021).

Bob menyampaikan, upaya tanggap darurat tersebut merupakan penanganan cepat yang dilakukan Kementerian PUPR bersama stakeholder terkait. Namun, perlu ada tindakan lanjutan agar kejadian serupa tak terulang.

Ia menjelaskan guna mencegah banjir dan longsor, kapasitas tampungan sungai harus ditingkatkan sesuai dengan debit air yang telah diperhitungkan. Saat ini Sungai Ciputat memiliki lebar rata-rata 5 meter dengan kedalaman kisaran 2 meter. Ada dua cara untuk meningkatan kapasitas, yakni lewat normalisasi sungai atau membuat tanggul di pinggir sungai.

"Nah, kedua konsep ini agak sulit dilaksanakan di lapangan karena sempadan (daratan di pinggir) sungai telah penuh dengan pemukiman penduduk. Itu yang menjadi kendala kami sehingga perlu ada peran bersama-sama dengan pemda (Pemkot Tangsel) agar supaya ke depan kalau kita mau menangani banjir ini sempadan tersebut perlu kita amankan agar supaya kita bisa leluasa melakukan perhitungan dan pembangunan dengan debit yang kita rencanakan," papar Bob.

Bob menekankan normalisasi baru dapat dilakukan setelah area sempadan dikosongkan. Menurutnya, perlu ada peran pemda setempat untuk bernegosiasi dengan warga terkait pembebasan lahan.

"Kalau kita lihat di situ sudah banyak rumah-rumah, kita sudah tidak bisa bangun tanggul lagi, karena mungkin sudah batas dapur juga ada di pinggir sungai. Nah kita mau bikin tanggul bagaimana itu sudah rumah semua. Jadi kita baru membuka aja bongkahan-bongkahan yang tertimbun di sungai supaya air bisa lancar mengalir," imbuh Bob.

Ia menambahkan untuk mencegah kejadian serupa, BBWS Cilcis secara rutin melakukan pemeliharaan area sungai untuk mencegah sumbatan yang menyebabkan air meluap. Bob mengatakan, setiap BBWS telah memiliki jadwal pemeliharaan berkala dan peralatan memadai untuk mencegah masalah di aliran sungai.

"Di sana ada Balai Besar Wilayah Sungai Cilcis, mereka dilengkapi perlatan-peralatan berat, ada dump truck, pompa air pun ada untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya rutin," terang Bob.

Simak juga 'Pemkot Tangsel akan Bantu Perbaiki Rumah Korban Turap Longsor':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)