Jejak Buronan Adelin Lis: Kabur 2 Kali, Lawan Petugas, Palsukan Paspor

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 07:12 WIB
patung dewi keadilan, Dewi Themis yang menjadi simbol keadilan
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Buronan kasus pembalakan liar, Adelin Lis yang 10 tahun diburu kejaksaan tercatat beberapa kali lolos dari tangkapan. Adelin Lis pernah dua kali kabur, melawan petugas, serta palsukan paspor.

Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar. Dia kemudian dijatuhkan hukuman 10 tahun pada 2008.

"Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun ia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Menurut Leonard, Adelin bukan kali ini saja kabur. Pada 2006, dia pun pernah melakukannya dengan cara memukul petugas.

"Pengalaman 2006 ketika Adelin Lis hendak ditangkap di KBRI Beijing, ia bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli Staf KBRI Beijing dan melarikan diri," ujar Leonard.

Soal paspor palsu Andelin Lis, terbongkar oleh Imigrasi Singapura. Pada tahun 2018, sistem imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

"Pihak Imigrasi Singapura kemudian mengirimkan surat kepada Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk memastikan apakah dua nama yang berbeda itu sebenarnya merupakan sosok yang sama," ujar Leonard.

"Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Imigrasi dipastikan bahwa dua orang tersebut sama. Bahkan Ditjen Imigrasi menambahkan, Adelin Lis memberikan keterangan palsu karena tidak pernah dikeluarkan surat terkait dengan sosok Hendro Leonardi," ucapnya.

Atas kasus pemalsuan paspor, Adelin dijatuhi hukuman denda oleh Pemerintah Singapura. Selain itu, dia dideportasi kembali ke Indonesia.

"Atas dasar itu Pengadilan Singapura pada 9 Juni 2021 menjatuhi hukuman denda S$ 14.000 yang dibayarkan dua kali dalam periode satu minggu, mengembalikan paspor atas nama Hendro Leonardi kepada Pemerintah Indonesia, dan mendeportasi kembali ke Indonesia," katanya.

Leonard meyampaikan, putra Adelin Lis menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) agar ayahnya diizinkan pulang sendiri ke Medan, dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan. Bahkan, Adelin Lis disebut telah memesan tiket penerbangan ke Medan pada 18 Juni 2021.

Putranya juga memohon agar Adelin Lis bisa ditahan di Lapas Tanjung Gusta.

"Jaksa Agung RI Burhanudin menolak keinginan Adelin Lis karena penegakan hukum merupakan kewenangan mutlak Kejaksaan Agung. Burhanudin memerintahkan KBRI untuk hanya mengizinkan Adelin Lis dideportasi ke Jakarta," ucapnya.

Simak juga 'Saat Usai Buron 2 Tahun, Samin Tan Kini Ditahan KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aud)