Jemaat dan Warga Sepakat Bangun Gereja di Lahan Baru

Sudrajat - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 06:53 WIB
Walikota Bogor Bima Arya
Walikota Bogor Bima Arya Soegiarto (Foto: Wahyudi / 20detik)
Jakarta -

Walikota Bogor Bima Arya Soegiarto mengungkapkan telah terjalin kesepatan dari pihak jemaat Gereja Kristen Indonesia untuk membangun gereja di lahan baru yang dihibahkan Pemkot Bogor, Minggu (13/6/2021). Masyarakat di sekitar lahan baru, Jalan Abdulah Bin Nuh, Kelurahan Cilendek Barat, juga telah memberikan persetujuan tertulis.

Karena itu, bila masih ada pihak yang mempersoalkan solusi hibah lahan tersebut, Bima mempersilahkan untuk menanyakan hal tersebut ke Majelis Sinode GKI. Sebab Pemkot Bogor selama bertahun-tahun berunding dengan "Tim 7" yang ditunjuk Majelis Sinode.

Kesepakatan untuk menerima lahan hibah, dari kronologis kasus konflik GKI Yasmin yang diterima detik.com, dicapai pada 25 April 2021. Saat itu pihak GKI Pengadilan telah mengumpulkan tanda tangan 144 jemaat untuk diajukan rekomendasi ke FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sebagai syarat pengajuan IMB.

Di pihak lain, pada 6 Mei 2021 juga diperoleh dukungan tertulis dari 73 warga, masing-masing 40 orang di RT 04 dan di RT 05 sebanyak 33 orang. Mereka menyatakan tak keberatan didirikan gerja di lokasi tersebut. Ini sejalan dengan SKB 2 menteri yang mensyaratkan dukungan 60 warga untuk mendirikan rumah ibadah.

Semua dukungan dari masing-masing pihak itu diverifikasi oleh FKUB pada 21 dan 22 Mei 2021. Pada 27 FKUB memberikan rekomendasi pembangunan GKI. Dengan adanya rekomendasi tersebut, giliran Pemerintah Kota Bogor menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah lahan kepada Majelis Sinode GKI pada 11 Juni 2021 dan BAST diserahkan Minggu siang, 13 Juni 2021.

Lahan baru ini, kata Bima Arya, jaraknya cuma sekitar satu kilometer dari sebelumnya. Luas lahannya pun lebih besar. "Kalau sebelumnya 1.400 meter persegi tapi berbatasan dengan lahan-lahan lain, di lokasi baru luasnya 1.668 meter persegi dan berada di area lahan seluas 1,7 hektar milik Pemkot yang nantinya akan dibangun fasilitas umum dan sarana olahraga," papar Bima.

Simak video 'Bima Arya Ingin Masalah GKI Yasmin Tuntas':

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)