Bejat! 8 Pria di Manado Gilir ABG Disabilitas

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 19:04 WIB
ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. (Luthfy Syahban/detikcom)
Manado -

Polisi menangkap 8 pria tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap ABG perempuan penyandang disabilitas di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Para pelaku melakukan aksi bejat itu di 3 tempat.

Para tersangka adalah CH (34), SE (35), ATB (25), EP (33), DW (39), RNP (26), ARR (36), serta ARW (33). Tujuh dari 8 pelaku ditembak lantaran berusaha melawan saat hendak ditangkap.

"Para tersangka mencabuli dan menyetubuhi korban secara bergantian di tiga TKP berbeda. TKP pertama di Desa Kalasey Minahasa, kedua di Kelurahan Malalayang Dua, dan ketiga di Kelurahan Malalayang Satu Manado," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (16/6/2021).

Kasus persetubuhan itu terjadi pada 19 dan 20 Mei 2021. Korban yang berusia 15 tahun itu tengah berada di jalanan di Malalayang. Korban didekati tersangka CH, yang mengemudikan kendaraan angkutan umum. Korban kemudian diajak jalan-jalan.

"Korban lalu dibawa ke sebuah rumah di perkebunan dan disetubuhi oleh CH. Usai melakukan aksinya, sekitar pukul 14.00 Wita, tersangka CH membawa dan menurunkan korban di sekitar Terminal Malalayang," jelasnya.

Tak lama kemudian, datang tersangka SE dan mengajak korban ke sebuah bekas bengkel di Kelurahan Malayang Dua. Menurut dia, di tempat tersebut ada beberapa teman SE yang sedang bermain judi sambil minum minuman keras (miras).

"Korban lalu disuguhi miras, selanjutnya disetubuhi oleh SE dan teman-temannya secara bergantian, hingga keesokan paginya," ujarnya.

Lalu pada Kamis (20/05) sekitar pukul 07.00 Wita, korban diajak tersangka EP ke rumah kerabatnya, di wilayah Kelurahan Malalayang Satu.

"Setelah sampai di tempat tersebut, korban disuruh mandi, ganti pakaian dan diberi makan oleh EP. Kemudian korban diajak tidur dan disetubuhi oleh tersangka EP. Pada hari itu juga, sekitar pukul 18.00 Wita, korban dijemput oleh kakaknya kemudian diajak pulang," kata Kombes Jules.

Pelaku Ditangkap

Setelah mendapatkan laporan dari sejumlah saksi soal aksi persetubuhan itu, polisi mengejar para pelaku. Polisi menangkap para pelaku di sejumlah lokasi, yakni di wilayah Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Selatan.

"Tujuh tersangka ditangkap dan dilakukan tindakan tegas dan terukur karena berusaha melarikan diri, sedangkan satu tersangka menyerahkan diri karena mengetahui teman-temannya sudah ditangkap," kata Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Gani Siahaan.

Sejumlah barang bukti diamankan oleh pihak kepolisian. Di antaranya pakaian yang dipakai korban, botol bekas air mineral ukuran 1 liter yang digunakan untuk tempat miras, papan dan tripleks, serta tangkapan layar postingan salah seorang tersangka di Facebook terkait keberadaan korban di bengkel.

Para tersangka ditahan di Mapolda Sulut. Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan karena diduga ada tersangka lain yang turut berperan dalam aksi persetubuhan tersebut.

Para tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) ayat (2) Jo Pasal 76 D dan Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 e, UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU, subsider Pasal 81 ayat (1)-ayat (2) dan Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Delapan pelaku persetubuhan tersebut terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

(isa/isa)