Digitalisasi Zakat, BAZNAS Raih Best Business Transformation 2021

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:11 WIB
BAZNAS Meraih Penghargaan
Foto: BAZNAS
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperoleh penghargaan 'Best Business Transformation 2021' dari SWA. Penghargaan ini diberikan atas berbagai langkah digitalisasi layanan yang dilakukan BAZNAS dalam beberapa tahun belakangan.

Ketua BAZNAS Prof. Dr. Noor Achmad mengulas BAZNAS telah memulai sistem zakat digital sejak 2016. Ia menyebut BAZNAS melakukan upaya transformasi digital yang lebih menyeluruh dari semua proses kerja.

"Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ucap Achmad dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Achmad menyampaikan berdasarkan hasil penilaian SWA, program zakat digital BAZNAS efektif untuk memudahkan pembayaran zakat di masa pandemi COVID-19. Sebab masyarakat tak perlu keluar rumah untuk membayar zakat.

Ia menambahkan BAZNAS mendapatkan penilaian tertinggi dari perusahaan-perusahaan besar lain. Penilaian berdasarkan identifikasi masalah mendapat nilai 85.75, desain program memperoleh nilai 86.75, dalam hal eksekusi dan implementasi 86.75, dan dari hasil yang dicapai mendapat nilai 89.25.

"Sekali lagi, kita ucapkan Alhamdulillah, BAZNAS mendapatkan penilaian SWA sebagai Best Business Transformation bersama perusahaan besar lain yang masuk final penjurian SWA. Hal ini tentu menjadi motivasi BAZNAS ke depan untuk terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," cetus Achmad.

Ia mengatakan penghargaan dari pihak independen turut menjadi penyemangat BAZNAS untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan.

"Kami mengucapkan terima kasih untuk para guru dan sahabat yang berzakat ke BAZNAS dan atas semua dukungan selama ini. BAZNAS akan terus berupaya menjadi lebih baik dan tetap amanah," sambungnya,

Achmad menjabarkan BAZNAS telah berkolaborasi dengan lebih dari 80 mitra platform digital, yang terdiri atas beragam peran, antara lain sebagai fasilitas payment gateway, crowdfunding, e-commerce, penyediaan QRIS untuk ZIS, dan penyedia teknologi chatbot ataupun teknologi augmented reality (AR).

Untuk mendukung berjalannya bermacam aplikasi/platform yang dikembangkan, BAZNAS telah memiliki sistem backbone yang disebut SIMBA, singkatan dari Sistem Informasi dan Manajemen BAZNAS. Sistem yang dikembangkan sejak 2012 ini berperan penting dalam pencatatan aktivitas pengelolaan ZIS secara nasional.

Saat ini, ada lebih dari 170 pengguna aktif dari jejaring BAZNAS di seluruh Indonesia. Penggunaan SIMBA terus meningkat sejak 2015. Selama masa pandemi tahun 2020 terjadi peningkatan penggunaan sebesar 24,6%.

(ncm/ega)