Muzani: Lonjakan COVID karena Warga Jenuh, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 09:17 WIB
Gerindra berharap belanja Pemerintah difokuskan kepada program-program yang langsung bersentuhan dengan rakyat.
Ahmad Muzani/Foto: dok. Gerindra
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia belakangan ini yang cukup signifikan. Pria yang juga merupakan Sekjen Partai Gerindra ini menilai ada kejenuhan di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah tak boleh lengah dalam melakukan pengawasan.

Dengan meningkatnya kasus tersebut, pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diperpanjang yakni mulai Selasa 15 Juni hingga 28 Juni 2021.

Muzani mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 itu disebabkan menurunnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghidari kerumunan.

Menurut dia, menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh yang berkepanjangan. Namun demikian, Muzani meminta semua pihak untuk kembali mentaati protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari.

"Kita sadar masa pandemi ini membuat kita jenuh. Memakai masker setiap hari, tidak boleh berkerumun, semua aktivitas dibatasi dengan alasan protokol kesehatan, yang pada akhirnya membuat kita jenuh," kata Muzani kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

"Meski demikian, kita harus sadar bahwa keselamatan kita semua dijamin oleh kedisiplinan mentaati protokol kesehatan. Jadi saya imbau semua pihak mulai dari tingkat pusat, daerah, desa-desa, RT RW hingga tingkat keluarga untuk kembali sadar bahwa betapa pentingnya mentaati prokes," imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Muzani, peningkatan jumlah positif COVID-19 di beberapa provinsi di Indonesia juga disebabkan melemahnya kontrol dari pemerintah. Guna meningkatkan kontrol itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi agar bisa menekan angka penularan di daerah masing-masing.

"Dengan sinergisitas itu maka diharapkan penularan covid bisa kita tekan. Misalnya dengan mendirikan kembali pos-pos satgas covid di perbatasan antar provinsi, kota dan kabupaten. Termasuk pengawasan protokol kesehatan yang ketat di pusat-pusat keramaian seperti di pasar tradisional, di mal-mal, di perkantoran, dan juga di tempat-tempat wisata," paparnya.

Muzani juga menyampaikan pemerintah tidak boleh lelah sedikitpun untuk terus mengingatkan kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Termasuk meningkatkan vaksinasi covid kepada masyarakat di seluruh daerah di Indonesia, terutama di daerah zona merah covid-19. Sebagai upaya menekan penularan di daerah tersebut.

"Selain mentaati protokol kesehatan, upaya meningkatkan jumlah vaksinasi juga penting dilakukan kepada masyarakat guna menekan angka penularan virus," jelas Muzani.

(fjp/tor)