KJRI Kuching Bebaskan WNI Disandera Agen Judi Online Malaysia!

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 09:46 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching bekerja sama dengan Kepolisian Sarawak Malaysia menyelamatkan seorang warga negara Indonesia (WNI), Haikal (16), asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang disandera oleh majikannya, agen judi online di Malaysia. Keluarga Haikal diminta menebus anaknya senilai Rp20 juta.

"Pada akhir bulan Mei 2021 lalu, kami dari KJRI Kuching mendapatkan pengaduan dari salah satu keluarga Haikal. Keluarga tersebut mengadu bahwa anaknya telah disandera oleh majikannya warga negara Malaysia yang merupakan agen judi online di Kuching, Sarawak dan meminta tebusan Rp20 juta, untuk membebaskan Haikal," kata Kepala KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno, seperti dilansir Antara, Rabu (16/6/2021).

Setelah mendapatkan laporan pengaduan tersebut, Yonny mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat unutk menindaklanjuti. Menurut dia, pada 1 Juni 2021, Haikal pun berhasil dibebaskan.

"Dari usaha itu, pada tanggal 1 Juni 2021, Haikal warga negara kita ini berhasil dibebaskan tanpa kekerasan dan tuntutan," kata Yonny.

Yonny memastikan pihaknya langsung meminta agar yang bersangkutan untuk segera dipulangkan ke Indonesia. Dia menyebut yang bersangkutan kini diserahkan ke KJRI Kuching dan akan segera dipulangkan setelah proses dokumennya diselesaikan.

"Kepada kami, Haikal mengaku dirinya masuk ke Sarawak dipaksa oleh temannya untuk bekerja di Malaysia, sekitar pertengahan bulan Mei 2021 dan dipekerjakan sebagai operator judi online di daerah Kuching, Sarawak," ujar Yonny.

Yonny pun menjelaskan pihak agen judi online menyandera Haikal lantaran yang bersangkutan tidak bisa bekerja sebagai operator judi online tersebut dan mengeluh ingin pulang. Sehingga, kata dia, pihak agen akhirnya meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga sebagai tebusan untuk membebaskan yang bersangkutan pulang ke Indonesia.

Yonny menyebut Haikal kini telah dipulangkan pada Selasa (15/6) pagi kemarin. Haikal dibantu KJRI Kuching dapat dipulangkan ke Indonesia melalui PLBN Entikong dan diterima oleh Satgas Pemulangan PLBN Entikong.

"Proses pemulangan berjalan lancar mengikuti protokol pencegahan COVID-19 di RS KPJ Kuching," katanya.

(maa/tor)