Lebih Terintegrasi, Begini Cara Kerja Pusat Komando Satgas Citarum

Khoirul Anam - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 23:25 WIB
Pemprov Jabar
Foto: Dok. Pemprov Jabar
Jakarta -

Satgas Citarum Harum memanfaatkan command center (CC) atau pusat kendali untuk memastikan program Citarum Harum berjalan sesuai harapan. CC dapat membantu kerja satgas di lapangan dengan menggunakan kamera pengawas yang didukung data lengkap (big data).

Ketua Harian Sekretariat PPK DAS Citarum Prima Mayaningtias mengatakan CC adalah ruangan pusat visualisasi dan integrasi data yang diperoleh melalui online, offline, atau data internal dan eksternal. Data-data tersebut disajikan secara bersamaan di sebuah layar lebar (video wall).

"Ini adalah pusat data dan informasi Citarum, baik data publik maupun data rahasia, untuk kemudian diolah menjadi sistem pendukung kebijakan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan Satuan Tugas Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum," ujar Prima dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Diketahui, CC tersebut berada di Sekretariat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (PPK DAS) Citarum Jalan Dago, Bandung. Pusat kendali ini telah beroperasi sejak 2020.

Adapun pusat kendali yang dinamakan CC PPK DAS Citarum ini berisi belasan monitor yang terdiri dari layar utama berukuran 6x2 meter. Layar menampilkan data-data gabungan dari monitor komputer yang berderet di hadapan layar besar. Terdapat juga empat ruangan yang biasa digunakan untuk koordinasi awak Satgas Citarum Harum.

Ruangan tersebut memuat data kualitas air di beberapa titik DAS Citarum, ketinggian muka air Citarum, kondisi pintu Terowongan Nanjung, dan lainnya terkait kondisi terkini Sungai Citarum.

Menurut Prima, platform data informasi CC Satgas Citarum meliputi dasbor, laman internet, serta one map policy yang bersumber dari stakeholders pelaksana PPK DAS Citarum. Dia juga mengatakan data tersebut dijadikan bahan monitoring dan evaluasi untuk perbaikan program dan tercapainya tujuan Citarum Harum.

Prima menuturkan, kondisi eksisting aplikasi pengguna CC dibagi dalam berbagai aplikasi. Di antaranya dasbor penyedia data informasi berdasarkan hasil pengukuran alat pantau terkait 13 program Penanganan Satgas PPK DAS Citarum.

Kemudian One Map Policy yang menyediakan data informasi berbasis kewilayahan/spasial. Selanjutnya, e-Monev-Sislaphar, yaitu alat pelaporan Satgas PPK DAS Citarum (authenticated user). Selanjutnya, Onlimo yang menyediakan data informasi berdasarkan alat pantau kualitas air Citarum, serta laman dan media sosial yang merupakan data statis.

Fitur lainnya adalah perangkat SPARING untuk mendeteksi saluran buang limbah cair industri dan sensor water debit and water level milik stakeholders (BPDAS, BBWS, Pusair, Badan Pengelola Waduk, dll). Selanjutnya, lanjut Prima, CCTV dengan analitik video untuk mendeteksi ketinggian air dan timbunan sampah sungai. Kemudian fitur VTOL Drone+Wide Area Motion Imagery (WAMI) Camera untuk pemantauan keramba jaring apung (KJA), industri, lahan kritis, DAS, dan kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk perangkat-perangkat tersebut, kendalanya yaitu pada integrasi data dari perangkat eksisting belum maksimal. Namun saat ini kami terus lakukan penyempurnaan," ujar Prima.

Selain itu, pihaknya pun memantau perkembangan isu di media massa terkait Citarum dengan media analytics Citarum menggunakan platform Indonesia Indicator.

Prima menambahkan, untuk e-Monev Citarum saat ini dalam tahap pengembangan. Di antaranya, aplikasi berbasis web yang digunakan untuk memonitor pelaksanaan program/kegiatan yang ada pada rencana aksi (renaksi). Selain itu, memberlakukan standar kodifikasi kegiatan.

"Tahapan saat ini, yaitu penyisiran kegiatan untuk proses kodifikasi dari dokumen renaksi," ucap dia.

Sementara itu, Tim Ahli Satgas Citarum Supardiyono Sobirin menuturkan, secara umum CC dapat diartikan sebagai tempat untuk menyediakan perintah, koordinasi, dan pembuatan keputusan dalam mendukung respons atas kejadian penting.

Tujuannya, kata Supardiyono, adalah mengumpulkan dan memproses informasi yang dibutuhkan agar dapat mengelola berbagai kejadian dan kesadaran situasional secara cepat dan efektif.

"Definisi CC itu merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan oleh institusi/perusahaan dalam menjalankan crisis management atau business continuity management," jelas dia.

Hal ini, terang Supardiyono, meliputi tindakan tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah pengadaaan, dan langkah penyediaan informasi publik.

(akn/ega)