7 Orang Termasuk Kadis Damkar Depok Diperiksa Kejari soal Dugaan Korupsi

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 22:05 WIB
Petugas Damkar Depok Sampaikan Protes Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok
Petugas Damkar Depok protes dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok (Foto: Dok. Istimewa)
Depok -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok bidang tindak pidana khusus melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi sepatu hingga pakaian dinas anggota Damkar Depok. Sebanyak 7 orang diperiksa Kejari Depok.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, mengatakan pemeriksaan pada Selasa (15/6/2021) berlangsung di ruang pemeriksaan seksi tindak pidana khusus Kejari Depok.

"Tim Jaksa Penyidik pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Depok melakukan permintaan keterangan terhadap 7 orang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) belanja sepatu pakaian dinas lapangan (PDL) pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Tahun Anggaran 2017-2019," kata Wisnu lewat keterangannya.

Satu dari tujuh saksi yang diperiksa tersebut ialah Kadis Damkar Depok, Gandara.

"RGB (Kadis Damkar) hadir sejak pukul 09.15 WIB selanjutnya dilakukan permintaan keterangan oleh Jaksa Penyidik," katanya.

Ketujuh saksi yang diperiksa ialah:

1. RGB (Kadis Damkar)
2. ASA (PPK 2017-2018)
3. I (Penyedia)
4. WN (Kabid PO)
5. TH (PPTK 2019)
6. MAA (Staf Damkar)
7. IS (Penyedia)

Duduk Perkara Kasus

Sebelumnya, pada akhir April lalu, Pidsus Kejari Depok memanggil 18 saksi. Kemudian pada akhir Mei lalu, 10 saksi juga sudah diperiksa oleh Kejari Depok.

Seperti diketahui, awal mula dugaan korupsi di kalangan internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi, salah satu anggota Damkar Depok, membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Dia mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya seusai aksinya itu. Dia juga mengaku mendapat perlakuan sinis dari atasan.

Kejaksaan Negeri Depok juga mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Depok. Kejari menyebut telah mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan korupsi sepatu Damkar tersebut sejak Maret.

(jbr/aud)