Komisi VIII DPR Apresiasi Kinerja BAZNAS Optimalkan Peran Milenial

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 20:45 WIB
DPR
Foto: Istimewa
Jakarta -

Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang diimplementasikan unit serta lembaga program terkait. Apresiasi ini diberikan atas program sertifikasi amil, pemberian beasiswa, dan pemberdayaan pesantren yang dilakukan BAZNAS.

Apresiasi ini diberikan oleh DPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan BAZNAS dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada Senin (14/6). Rapat yang berlokasi di Gedung DPR ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tb Ace Hasan Syadzily dari Fraksi Partai Golkar.

Ace mengatakan pihaknya juga mengapresiasi program-program milenial dan kerja sama BAZNAS dengan kalangan kampus. Ia pun menyebutkan adanya program BAZNAS yang fokus pada pemberdayaan peternak mustahik seperti pendampingan dan pembibitan ternak.

"Komisi VIII DPR mengapresiasi kinerja BAZNAS yang diimplementasi unit kerja dan lembaga program. Kami terus mendorong BAZNAS agar mampu meningkatkan pengumpulan zakat, infak, sedekah serta dana sosial dan keagamaan lainnya (ZIS-DKSL) melalui peningkatan kepercayaan publik (public trust) terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat," ujar Ace dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, apresiasi ini dibarengi komitmen DPR untuk mengupayakan regulasi terkait pemberian insentif kepada pembayar zakat atau muzaki. Ace mengatakan pihaknya akan menjadikan nilai 2,5% zakat dapat menjadi pengurang persentase pajak perorangan atau perusahaan melalui peningkatan koordinasi dengan Kementerian Keuangan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendra Joni dari Fraksi Partai Nasdem menyampaikan penghargaannya terhadap segala proses yang dilakukan oleh BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Saya juga mengapresiasi atas diluncurkannya Gerakan Cinta Zakat, karena di dalamnya juga melibatkan milenial. Saya kira hal ini harus terus dilanjutkan, melihat banyaknya generasi milenial yang sudah paham mengenai zakat," kata Lisda.

Ia pun menyebutkan beberapa program yang selama ini dijalankan BAZNAS, seperti program ekstensifikasi UPZ yang dilakukan dengan KUA dan program bersama KBRI yang akan datang. Menurutnya, hal ini mampu memaksimalkan potensi zakat yang ada.

Perwakilan dari Fraksi Partai Golkar, Endang Maria Astuti juga mengapresiasi program BAZNAS yang menyasar kepada kalangan milenial, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Kita berharap ke depan, program BAZNAS justru dikenal di kalangan muda, sehingga ketika nanti berhasil, mereka akan mengenal BAZNAS dan otomatis akan tersosialisasikan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, John Kenedy Azis dari partai yang sama juga memuji kinerja BAZNAS yang kini dipimpin oleh sahabatnya, Noor Achmad. Diketahui, Noor Achmad pernah menjadi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

Ada juga usulan dari Fraksi PAN, Muhamad Rizal yang menyampaikan agar BAZNAS bisa disosialisasikan mulai dari pusat hingga ke daerah, bahkan sampai ke tingkat kecamatan.

"Ini terjadi di mana-mana. Perlunya supaya ada sosialisasi yang masif. Bukan hanya provinsi atau kabupaten tapi hingga kecamatan harus dilakukan," tutur Rizal.

Anggota dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad juga mengaku salut dengan BAZNAS yang memiliki kewenangan untuk mengumpulkan zakat, mengelola zakat, dan mendistribusi zakat.

"Ini luar biasa. Satu badan punya 3 otoritas," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua BAZNAS Noor Achmad turut mengucapkan terima kasih kepada Komisi VIII DPR RI yang telah memberikan apresiasi dan mendukung penguatan kelembagaan BAZNAS.

"Semoga hal ini bisa mendorong BAZNAS menjadi 'Pilihan pertama pembayar zakat, lembaga utama menyejahterakan umat'," ucap Noor.

Ia pun memaparkan laporan kinerja zakat 2021 di kuartal pertama. Pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS), berdasarkan data 52,6 % yang masih masuk hingga Jumat (11/6) mencapai Rp 600,781,737,334 dan penyaluran ZIS di nasional berdasarkan data 36,2% yang masuk mencapai total sebesar Rp 298,915,082,494.

Noor juga mengungkapkan, pihaknya mengoptimalkan peran zakat dari kaum milenial, kampus, dan pesantren.

"Layanan zakat online adalah yang paling diminati oleh donatur milenial BAZNAS. Saat ini terdapat lebih dari 90 mitra digital yang bekerja sama dengan BAZNAS. Karena itu, BAZNAS akan terus melakukan penguatan regulasi, kelembagaan, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan BAZNAS sebagai lembaga utama yang menyejahterakan umat," pungkasnya.

Ia pun menyampaikan usulan peningkatan anggaran operasional BAZNAS berbasis APBN pada tahun ini yang berjumlah Rp 7 miliar lebih, menjadi Rp 88 miliar. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk penguatan sosialisasi dan koordinasi zakat secara nasional.

(akn/ega)