Polri Tepis Kabar Densus 88 Salah Tangkap Terduga Teroris di Riau

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 20:44 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Foto: Dok Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 13 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Riau kemarin. Beredar kabar Densus 88 melakukan salah tangkap.

Dikabarkan ada seorang warga Pekanbaru berinisial H yang menjadi korban salah tangkap. H disebut merupakan tetangga seorang terduga teroris yang menjadi target Densus 88 sebenarnya.

H disebut tengah berada di sebuah rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono membantah beredarnya peristiwa salah tangkap oleh Densus 88. Rusdi memastikan hanya 13 orang yang ditangkap dalam penangkapan Densus 88 di Riau kemarin.

"Nggak ada (salah tangkap). Dipastikan 13 yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukan penangkapan. Proses masih berjalan," ucap Brigjen Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, Polri mengungkap 13 terduga teroris yang ditangkap di Riau untuk menyembunyikan para DPO kasus terorisme, khususnya anggota Jamaah Islamiyah (JI). Selain itu, belasan terduga teroris ini disebut telah menjalani latihan penggunaan senjata api ataupun tajam untuk melindungi diri dan kelompoknya.

"Kelompok ini berperan melakukan atau membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut Jamaah Islamiyah ketika bergerak ke Riau. Kelompok inilah yang menyembunyikan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Mabes Polri, Selasa (15/6).

"Jadi 13 orang ini bertugas nyembunyiin DPO Densus 88, khususnya dari kelompok JI, itu mengamankan diri di Riau," tegas Rusdi.

Rusdi mengatakan salah satu DPO kasus terorisme yang pernah disembunyikan 13 orang itu adalah Para Wijayanto, pemimpin JI. Para Wijayanto sendiri sudah ditangkap pada 2019 oleh Densus 88 Antiteror.

"Dari beberapa bulan lalu, Para Wijayanto itu sempat lari sembunyi beberapa lama, salah satunya di Riau. Bila sembunyi di Riau, pasti diamankan oleh kelompok itu salah satunya," tuturnya.

(jbr/jbr)