Usai Bunuh Anak-Istri, Pria di Kaltim Serang Jemaah Masjid Pakai Parang

Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 19:43 WIB
Pria di Kutai Timur, Kaltim, berinisial AH (30) menebas anak dan istrinya hingga tewas. Pelaku juga menyerang jemaah masjid (dok Istimewa)
Pria di Kutai Timur, Kaltim, berinisial AH (30) menebas anak dan istrinya hingga tewas. Pelaku juga menyerang jemaah masjid. (dok Istimewa)
Kutai Timur -

Pria berinisial AH (30) tega membunuh anak dan istrinya. Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan pria asal Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), itu.

Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf mengatakan pelaku belum dapat mengingat apa yang menjadi penyebab tega menghabisi nyawa istrinya, MD (30), dan anaknya, MK, yang masih balita.

"Pelaku masih belum terlalu ingat kejadian, cuma pelaku memang mengakui bahwasanya ia sempat mengambil sebilah parang," jelas AKP Abdul Rauf saat dihubungi, Selasa (15/6/2021).

Peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kaltim, pada Minggu (13/6).

Kepada polisi, AH pun masih meminta waktu untuk dapat mengingat kembali kejadian yang mengakibatkan tewasnya nyawa kedua orang yang disayangi itu. Polisi menggali keterangan dari saksi-saksi.

"Namun dari beberapa keterangan saksi yang sudah diperiksa, mereka menyebut bahwa pelaku ini depresi lantaran tengah belajar ilmu hitam," ucap Rauf.

"Namun untuk memastikan motif pelaku dan keadaan psikologis pelaku, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter jiwa," tambahnya.

Selain itu, Rauf menjelaskan, usai menghabisi nyawa istri dan anaknya, AH pun sempat ingin mengakhiri nyawanya dengan melukai leher dan kemaluannya. Namun usaha itu gagal.

Hingga akhirnya AH pun kembali mengamuk dan menyerang jemaah masjid yang berada 100 meter dari rumahnya.

"Usai membunuh istri dan anaknya, pelaku kemudian melukai tangan dari salah seorang jamaah masjid dengan parang yang ia bawa," terangnya.

Jemaah masjid yang mendapati pelaku mengamuk kemudian bersama-sama berusaha melumpuhkan AH dengan tangan kosong. Para jemaah pun berhasil mengamankan AH.

Setelah berhasil mengamankan pelaku, jemaah kemudian mendatangi rumah AH bermaksud melaporkan peristiwa yang terjadi di masjid. Namun betapa terkejutnya jemaah dan warga ketika mendapati istri AH dan anaknya yang berada di ayunan telah bersimbah darah.

"Yang mengetahui awal para jemaah dan warga, jadi sebelum ngamuk di masjid pelaku sudah terlebih dahulu menghabisi nyawa istri dan anaknya," bebernya.

Saat ini polisi telah masih melakukan penyelidikan, dengan memeriksa 6 saksi yang berada di lokasi kejadian.

"Barang bukti sudah kita amankan, sambil menunggu keadaan pelaku membaik untuk dapat bisa dimintai keterangan lebih lanjut," tandasnya.

AH dijerat Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan berujung kematian dan/atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukum mati.

Tonton juga Video: Fakta-fakta Pria Bergolok Serang Mapolresta Yogya

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)