BBPLK Bandung Gandeng Swasta Tingkatkan Kualitas Instrukturnya

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 18:51 WIB
Ilustrasi instruktur tenaga kerja
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBLPK) Bandung kembali mengirim instruktur di bidang manufaktur ke PT. ATMI IGI CENTER Solo. PLT Kepala BBPLK Bandung, Aan Subhan menilai BLK perlu menjalin sinergi dengan pelaku industri dalam rangka memperkuat pelatihan sekaligus meningkatkan kualitas instruktur.

"Sejak tahun 2018, kami sudah menjalin kerja sama dengan ATMI yang bergerak di bidang manufaktur. Selain itu, BBPLK Bandung juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan otomotif seperti Mitsubishi, Isuzu, Nissan, Mazda, Yamaha, Daikin dan OLX," kata Aan dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Aan berharap training partnership (kemitraan pelatihan) ini dapat membawa teknologi dari dunia industri ke dunia pelatihan di BBPLK Bandung. Ia juga menginginkan agar berbagai pelatihan level basic yang ada di dunia industri tersebut dapat diterapkan secara optimal di BBPLK Bandung.

"Kita sesuaikan fasilitas peralatan industri yang digunakan untuk praktik pelatihan kerja bidang manufaktur dan otomotif. Kemajuan teknologi dunia industri itu harus diterapkan dalam praktik siswa-siswa pelatihan BLK Bandung," ujarnya.

Kepala Kejuruan Otomotif BBPLK Bandung, Heru Wijayanto menambahkan BBPLK Bandung telah memiliki berbagai program pelatihan. Ada pula peralatan yang dapat menunjang program pelatihan serta instruktur yang telah mempraktekan pelatihannya langsung di dunia industri.

"Kami berharap level basic training BBPLK Bandung diperkuat, sehingga dunia industri tinggal melakukan upgradingnya atau upskilling saja. Itu tujuan training partnership-nya," terang Heru.

Di sisi lain, Dimas Ari Prasetyo yang merupakan instruktur pelatihan mengaku belajar banyak hal selama periode training partnership. Beberapa di antaranya ilmu terkait press tool dan jig fixture, khususnya dalam hal desain dan pengaplikasiannya di mesin manufaktur sampai produk tersebut dapat diterapkan di BLK Bandung. Dimas berharap nantinya saat kembali ke BBPLK Bandung, ilmu yang diperoleh berguna untuk melatih siswa sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami juga berharap setelah mengikuti training di ATMI ini, kami dapat berkembang lagi untuk pembuatan produk turunannya," imbuhnya.

Sementara itu, Training Center Manager ATMI, Bayu Prabandono ingin agar peserta training mendapatkan ilmu yang dibutuhkan sekaligus merasakan suasana kerja industri yang ada di ATMI.

"Kegiatan ini juga memperkenalkan situasi dunia kerja sehingga para instruktur dapat menambah ilmu dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang nyata. Semoga kegiatan ini menambah keahlian dan kemampuan para instruktur," pungkasnya.

(ncm/ega)