Usai di Padang Panjang, Kasus Pelecehan Anak Didik Terjadi di Solok

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 17:00 WIB
Ilustrasi pelecehan
Foto ilustrasi pelecehan pada anak. (Edi Wahyono/detikcom)
Padang -

Seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) M Natsir di Batu Bagiriak Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan ke polisi. Dia diduga menyodomi sejumlah santri.

"Ada tiga korban sejauh ini yang melapor," kata Kasat Reskrim Polres Solok Arosuka Iptu Rifki Yudha Ersanda saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/6/2021).

Pengasuh ponpes yang dilaporkan berinisial MS. Polisi masih mencari keberadaan MS yang diduga melarikan diri.

"Tersangka saat ini belum kita temukan. Masih kita cari. Karena ada jeda waktu antara saat kejadian dengan korban melapor, sehingga memungkinkan yang bersangkutan untuk lari," jelas Rifki.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini dilaporkan sejak Kamis (27/5). Sedangkan MS diketahui menghilang sejak Senin (24/5).

Rifki menjelaskan perbuatan MS terungkap usai orang tua salah satu korban curiga melihat anaknya sakit saat buang air besar. Orang tua korban langsung membuat laporan polisi.

"Kita sudah memeriksa pihak-pihak terkait, baik korban maupun pihak yayasan dan pengasuh pondok," ucap Rifki.

Sebelumnya Ustaz Syukron, guru sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan SMP Islam Terpadu di Kota Padang Panjang, ditangkap polisi lantaran diduga melecehkan muridnya. Ustaz yang diduga gay itu menyuruh muridnya melayani nafsu bejatnya dengan onani dan oral sex.

Diketahui, modus Ustaz Syukron yang diduga gay adalah memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.

(aud/aud)