Polri: 13 Teroris di Riau Sembunyikan DPO, Termasuk Pemimpin JI

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 16:18 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menunjukkan akta kematian Elwira Pryadi Zendrato, polisi terduga penembak 6 laskar FPI
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polri mengungkap 13 terduga teroris yang ditangkap di Riau untuk menyembunyikan para DPO kasus terorisme, khususnya anggota Jamaah Islamiyah (JI). Selain itu, belasan terduga teroris ini disebut telah menjalani latihan penggunaan senjata api ataupun tajam untuk melindungi diri dan kelompoknya.

"Kelompok ini berperan melakukan atau membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut Jamaah Islamiyah ketika bergerak ke Riau. Kelompok inilah yang menyembunyikan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Mabes Polri, Selasa (15/6/2021).

"Jadi 13 orang ini bertugas nyembunyiin DPO Densus 88, khususnya dari kelompok JI, itu mengamankan diri di Riau," tegas Rusdi.

Rusdi mengatakan salah satu DPO kasus terorisme yang pernah disembunyikan 13 orang itu adalah Para Wijayanto, pemimpin JI. Para Wijayanto sendiri sudah ditangkap pada 2019 oleh Densus 88 Antiteror.

"Dari beberapa bulan lalu, Para Wijayanto itu sempat lari sembunyi beberapa lama, salah satunya di Riau. Bila sembunyi di Riau, pasti diamankan oleh kelompok itu salah satunya," tuturnya.

"Ada DPO-DPO lain yang tentunya melakukan hal yang sama ketika ngamanin diri ke Riau, kelompok ini yang akan back up daripada kegiatan-kegiatan pengamanan," lanjut Rusdi.

Rusdi menuturkan kelompok ini sudah ada sebelum Para Wijayanto ditangkap. Densus 88 Antiteror masih terus mendalami apa saja kegiatan 13 terduga teroris tersebut selama ini.

"(Mereka beraksi) sudah lama. Kalau kita cermati kasus Para Wijayanto kan di akhir 2020 sejak Desember. Jadi aktivitas mereka sejak Desember 2020 ke belakang sudah ada kegiatan-kegiatan. Densus terus dalami aktivitas JI dari hasil pendalaman Densus mengarah ke kelompok 13 orang di Riau," terang Rusdi.

"Kemudian daripada itu, kelompok ini juga telah melakukan kegiatan-kegiatan, antara lain pelatihan daripada penggunaan senjata, baik latihan penggunaan senjata tajam, maupun penggunaan senjata api. Ini untuk kelompok yang di Riau," imbuh dia.

Sementara itu, Rusdi membantah kabar Densus 88 melakukan salah tangkap dalam kegiatan di Riau. Rusdi menyebut Densus 88 sudah mengantongi bukti yang cukup sebelum bertindak.

"Nggak ada (salah tangkap). Dipastikan 13 yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukan penangkapan. Proses masih berjalan," tutup Rusdi.

Diketahui, Densus 88 menangkap 13 terduga teroris di Riau. Mereka diduga berasal dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

"(Diduga) jaringan teroris JI," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui pesan singkat, Selasa (15/6).

(aud/aud)