Pemerintah Diminta Beri Pembinaan untuk Anak Jalanan dan Pengamen

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:40 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan pembinaan yang baik untuk anak-anak jalanan, seperti musisi jalanan atau pengamen. Menurutnya, mereka juga warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan orang lain.

Tokoh yang biasa disapa Gus Jazil ini mengaku prihatin dengan adanya video yang viral di media sosial, beberapa hari lalu, soal adanya Satpol PP di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang mematahkan sejumlah ukulele milik pengamen.

Video viral tersebut memicu kecaman dari banyak pihak. Aksi tersebut menjadi sorotan di media sosial (medsos). Warganet menilai aksi oknum Satpol PP tersebut arogan dan tak solutif dalam penanganan pengamen.

"Mereka adalah warga negara Indonesia juga yang punya hak sama dengan kita untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Di era yang sulit ini, mari kita kuatkan persatuan, persaudaraan, termasuk dengan anak jalanan sebab kita harus menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang kuat, masyarakat yang bersatu," tutur Jazilul dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Hal tersebut diungkapkan saat sedang menerima Komunitas Anak Jalanan (Komjal) di ruang kerjanya, Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (14/6).

Lebih lanjut, ia menyatakan keberadaan mereka yang mencari nafkah di jalanan sebagai pengamen atau aktivis sosial justru menjadi peluang buat masyarakat lainnya untuk bisa saling berbagi.

"Toh mereka juga bagian dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah daerah pusat dan juga pemerintah pusat harus mampu membuat kebijakan yang juga bisa melindungi dan membina mereka. Pembinaan bukan berarti membuat mereka tersakiti di jalanan. Tapi bagaimana pembinaan itu menjadikan mereka memiliki makna hidup dan bisa memberikan manfaat bagi bangsa. Itu sebenarnya kuncinya," tuturnya.

Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia, anak jalanan juga memiliki hak untuk hidup secara layak dan memiliki masa depan. Apalagi, umumnya mereka adalah anak-anak muda yang memang memerlukan pembinaan.

"Banyak dari mereka ini anak-anak muda cuma karena berbagai kekurangan, seperti ekonomi dan lainnya sehingga butuh bantuan pembinaan. Saya pikir jalanan itu bukan untuk hidup selama-lamanya, tapi mereka berada di jalanan itu sebagai bagian dari ekspresi seni, ekspresi sosial, kesetiakawanan mereka disitu," ujar Gus Jazil.

Sementara itu, Ketua Umum Komjal Iyan, mengaku bersyukur bisa diterima dengan cukup baik di ruang kerja Jazilul.

"Alhamdulillah, hari ini, saya diterima oleh Bapak Wakil Ketua MPR, Pak Jazilul Fawaid. Kami ingin beliau membantu kami untuk masalah legalitas Komunitas Anak Jalanan. Kami bersilaturahmi dengan beliau dan diterima dengan baik. Kami seolah berada di ruang kreasi. Pemikiran orang-orang di luar sangat sulit untuk masuk ke Gedung DPR/MPR ini, ternyata tidak. Atas nama Komunitas Anak Jalanan, terima kasih atas dukungan Pak Jazil," pungkasnya.

Beberapa anak jalanan yang ikut dalam kunjungan tersebut juga sempat unjuk kebolehan dengan menyanyikan sejumlah lagu, mulai lagu religi hingga lagu barat.

(prf/ega)