PD Ogah Recoki Ganjar-PDIP: AHY Miliki Hubungan Sangat Baik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:21 WIB
AHY dan Ganjar Pranowo saat bertemu di Semarang, 2/12/2020
AHY dan Ganjar Pranowo saat bertemu di Semarang (2/12/2020) lalu (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kini di tengah sengkarut dengan PDIP hingga dipersilakan nyapres 2024 dari partai lain. Partai Demokrat (PD) ogah merecoki kisruh Ganjar dengan PDIP sebab Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) miliki hubungan yang baik.

"Soal Pak Ganjar, ketum dan partai memiliki hubungan silaturahmi yang sangat baik. Bahkan Demokrat pendukung cagub Ganjar di Jateng periode kedua," kata Ketua Bappilu PD, Andi Arief, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

"Soal yang dihadapi Pak Ganjar saat ini adalah terjadi dinamika internal di PDIP. Biarlah Pak Ganjar menyelesaikan persoalan itu. Kami menghormati kedaulatan PDIP dan berharap yang terbaik solusi di PDIP," sambungnya.

Andi Arief menyebut Partai Demokrat tak ingin memenangkan Pilpres 2024 nanti karena perjuangan sendiri. Partai Demokrat, kata Andi Arief, tak ingin memanfaatkan perseteruan yang terjadi di partai lain.

"Kami tidak ingin menodai perjuangan yang sedang kami lakukan, sembari berharap dinamika internal PDIP cepat selesai," ujarnya.

2 Mekanisme di Partai Demokrat

Andi Arief mengatakan Pilpres 2024 berbeda dengan pilkada. Pilpres 2024 menurut Andi Arief agenda besar negara, sehingga semua hal harus dilakukan secara hati-hati.

Partai Demokrat, lanjutnya, memiliki aturan dan mekanisme yang sangat hati-hati dalam menetapkan capres dan cawapres.

"Dua mekanisme yang sedang dilakukan Partai Demokrat. Pertama, ketum partai dan beberapa kader potensial serta struktur partai ditugaskan oleh kongres untuk ikut serta memperbaiki nasib rakyat dan dengan sendirinya akan menghasilkan elektabilitas baik figur dan partai itu sendiri," ucap Andi Arief.

Menurutnya, AHY saat ini di internal partai memiliki elektabilitas atas hasil kerjanya. Elektabikitas AHY menurutnya sebagai capres selalu masuk 5 besar meski bukan pejabat negara.

Sementara untuk elektabilitas cawapres, AHY selalu berada di dua besar. Dia menambahkan, Partai Demokrat menurut survei mendapatkan sekitar 8-12 persen suara.

Apa yang terjadi antara PDIP dan Ganjar? Simak di halaman selanjutnya.