e-Life

Bahaya Tersembunyi Pamer Aib di Medsos

dtv - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:14 WIB
Jakarta -

Menggunakan media sosial kini menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kegiatan banyak orang. Segala jenis konten dapat dibuat dan dibagikan secara bebas, termasuk informasi dan aib pribadi. Namun, jika terlalu berlebihan mengunggah informasi pribadi di media sosial, seseorang dapat dikatakan oversharing.

Seorang Psikolog Klinis, Christine Anggraeni, M.Psi., Psikolog menyatakan oversharing dapat disebabkan karena seseorang impulsif dan kurang bisa mengontrol emosi. "Oke, jadi kalo di klienku oversharing terjadi karena impulsif sih, kan ada ya klien-klien tertentu dengan gangguan mood mungkin dan lainnya, itu kurang bisa mengontrol emosinya," jelas Christine dalam program e-Life di detikcom.

Ketika seseorang merasakan emosi, maka mereka butuh meluapkan emosinya dengan segera. Bagi sebagian orang, jalan tercepat meluapkan emosi ialah dengan mengunggahnya ke media sosial. "Jadi ketika mereka emosi, mereka butuh release emosi sesegera mungkin. Ketika marah, mereka akan marah-marah di twitter, ketika mereka lagi nggak jelas pikirannya, nggak clear," tambah Christine.

Sayangnya, ketika seseorang meluapkan emosinya ke media sosial dengan tujuan mendapatkan empati, justru terkadang yang diterima malah komentar negatif. "Nah kasihan ya yang saya lihat justru kadang kasihan dengan yang sharing konten, karena mungkin tujuannya dia sharing di sosial media adalah mendapatkan empati, mendapatkan dukungan. Tetapi, yang didapat kan bukan empati, justru hujatan," jelas Christine.

Oleh karenanya perlu disadari bersama ketika mengunggah sesuatu ke media sosial, kita harus siap dengan segala jenis reaksi yang datang, baik itu positif maupun negatif.

"Nah ini yang teman-teman semua perlu kongruen, perlu sadari bahwa ketika kita sharing sesuatu masalah di sosial media kita harus siap dengan dua reaksi. Antara orang itu kasih empati, orang kasih dukungan, dia ngetag berbagai macam akun psikolog, psikiater dan sebagainya. Atau justru orang akan menghujat, 'Ah lebay, baper, alay, caper,' dan sebagainya," tutup Christine.

(gah/gah)