Kasus COVID-19 Naik, Pemkab Kebumen Batasi Jam Malam

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 10:47 WIB
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen -

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kebumen dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan, bahkan ada satu nakes yang meninggal karena terpapar virus tersebut. Sebagai langkah antisipatif, pemkab akan melaksanakan vaksinasi massal serta pembatasan jam malam.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebutkan, dari 26 kecamatan, 16 sudah masuk zona merah dan oranye. Sedangkan 10 kecamatan lain masih zona hijau. Melihat peta sebaran COVID-19 yang makin meningkat, pihaknya akan melakukan beberapa upaya pencegahan.

"Salah satunya, kita akan melakukan vaksin massal untuk para pedagang pasar mulai besok (hari ini). Ini yang utama dulu sementara untuk pasar yang dikelola kabupaten, bukan pasar desa. Jadi tidak semua," kata Arif Sugiyanto di sela-sela paparan evaluasi 100 hari kerja bersama camat di Studio Perpusda, Senin (14/6).

Arif mengimbau masyarakat agar tidak takut divaksinasi. Ini adalah bagian dari ikhtiar yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat. "Yakinlah bahwa vaksin itu aman dan halal, jadi masyarakat tak perlu takut, jalani saja," imbuhnya.

Selain vaksinasi, jam malam di Kebumen juga akan dikurangi. Aktivitas di alun-alun, kafe, supermarket, ataupun swalayan akan dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Kebijakan ini sudah berlaku Senin malam (14/6) sampai 14 hari ke depan.

"Jadi dalam 100 hari kerja ini, tantangan dan tugas kita semakin berat. Karena itu, perlu sinergi atau kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan, seperti halnya upaya penanganan Corona yang sudah lebih dari 1 tahun ini kondisinya masih belum aman," lanjutnya.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada seluruh camat untuk tetap fokus melakukan upaya penanganan Corona dengan mendisiplinkan masyarakat agar tetap taat prokes dengan menerapkan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Tadi sudah saya umumkan kepada seluruh camat, bagi tiap-tiap desa di wilayahnya yang masuk zona merah dan oranye agar menghentikan kegiatan yang bisa mengundang kerumunan," tegasnya.

Simak video 'Daftar 22 Provinsi di Indonesia yang Lampu Kuning COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)