Besok, Kejari Periksa Kadis Damkar Depok soal Kasus Dugaan Korupsi

Matius Alfons - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 23:12 WIB
Kadishub Depok Gandara Budiana
Kadis Damkar Depok, Gandara (Abdul Haris Utiarahman/detikcom)
Depok -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok bidang tindak pidana khusus bakal memanggil Kadis Damkar Depok, Gandara, terkait dugaan korupsi sepatu hingga pakaian dinas anggota Damkar yang pernah dipersoalkan salah satu anggota Damkar, Sandi. Gandara bakal diperiksa terkait dugaan korupsi di instansinya tersebut.

"Rencana besok akan ada pemanggilan lagi, salah satunya adalah kepala dinas," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Wisnu mengatakan pemanggilan terhadap Gandara bakal dilakukan Selasa (15/6/2021) beserta 7 orang lainnya. Namun dia belum bisa membeberkan 7 orang lainnya yang bakal diperiksa bersama Gandara.

"Besok dipanggil termasuk kepala dinas. besok tujuh orang, untuk siapa namanya besok setelah permintaan keterangan," ucapnya.

Sebelumnya, pada akhir April lalu, Pidsus Kejari Depok memanggil 18 saksi. Kemudian pada akhir Mei lalu, 10 saksi juga sudah diperiksa oleh Kejari Depok.

Seperti diketahui, awal mula dugaan korupsi di kalangan internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi, salah satu anggota Damkar Depok, membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Dia mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya seusai aksinya itu. Dia juga mengaku mendapat perlakuan sinis dari atasan.

Kejaksaan Negeri Depok juga mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Depok. Kejari menyebut telah mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan korupsi sepatu Damkar tersebut sejak Maret.

(maa/knv)