Skandal Impor Emas Rp 47,1 T Disorot DPR, Ini Penjelasan Bea Cukai

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 21:00 WIB
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai buka suara terkait dugaan penggelapan impor emas yang dilakukan oleh petinggi Bea-Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Bea-Cukai mengklaim pihaknya telah melakukan pemeriksaan impor emas sesuai dengan ketentuan.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Syarif Hidayat mengatakan ada 4 klasifikasi tarif bea masuk (BM). Berikut ini 4 klasifikasi itu:

1. HS 7108.12.10 untuk emas batangan yang akan diolah kembali (dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan) dengan tarif BM 0%.
2. HS 7108.12.90 selain dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan, dengan tarif BM 5%
3. HS 7108.13.00 untuk emas bentuk setengah jadi lainnya, dengan tarif BM 5%.
4. HS 7115.90.10 untuk emas batangan yang langsung siap dijual, dengan tarif BM 5%.

Syarif mengatakan impor emas yang dilakukan oleh Bea-Cukai telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia mengatakan importir melakukan pengajuan HS 7108.12.10 dengan tarif bea masuk nol persen.

"Importir melakukan pengajuan Pemberitahuan Impor Barang dengan klasifikasi pada HS 7108.12.10. Atas pemberitahuan tersebut, Bea-Cukai melakukan penelitian terhadap uraian barang berdasarkan ketentuan dan kaidah-kaidah serta referensi-referensi yang diatur dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) yang dituangkan dalam Ketentuan Umum Menginterpretasi Harmonized System atau KUM HS, catatan bagian, catatan bab, dan explanatory notes," jelasnya.

Setelah dilakukan penelitian, Syarif mengatakan emas impor itu tidak dimasukkan bentuk setengah jadi. Oleh sebab itu, klasifikasi importir dapat diterima.

"Hasil penelitian mendapati bahwa emas tersebut tidak dimasukkan sebagai minted gold bar dikarenakan barang tersebut tidak dihasilkan melalui rolling, drawing, maupun cutting dan hanya berbentuk sebagaimana asalnya atau dalam bentuk sesuai moulding-nya. Berdasarkan referensi lainnya, disebutkan terkait dengan marking yang ada pada permukaan atasnya tidaklah mengubah karakteristik sebagai ingot dan oleh sebab itu tidak dimasukkan sebagai bentuk semimanufactured (setengah jadi). Atas dasar hasil penelitian tersebut maka klasifikasi importir dapat diterima," jelasnya.

Meski demikian, Syarif mengatakan Bea-Cukai dan Kementerian Keuangan sedang melakukan review kembali mengenai Bea-Masuk emas batangan. Saat itu, kata dia, proses masih berjalan di internal Bea-Cukai.

"Atas importasi tersebut, Bea-Cukai dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada saat ini sedang melakukan review kembali terkait penetapan tarif BM emas batangan tersebut. Saat ini review atas jenis emas batangan tersebut masih berjalan secara internal di Bea-Cukai, dengan melihat ketentuan di BTKI, jenis emas batangan yang diimpor, dan ketentuan di World Customs Organization (WCO)," kata dia.

Simak video 'Didesak DPR, Jaksa Agung Bakal Tindak Lanjuti Skandal Impor Emas Rp 47,1 T':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2