4 Sekolah di DKI Tunda Uji Coba Belajar Tatap Muka

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 17:57 WIB
330 sekolah di Kota Bandung menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ujicoba ini digelar dan dipantau langsung Pemkot Bandung dari Tanggal 7-18 Juni 2021 mendatang.
Foto: Ilustrasi pembelajaran tatap muka (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta yang melonjak membuat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mencatat 4 sekolah menunda PTM.

"Pertama SMAN M H Thamrin karena 3 RW di sekitar sekolah tersebut cukup banyak yang terpapar COVID-19. ditambah lagi, pasien DBD di sekitar sekolah cukup tinggi. Akhirnya Pak Lurah, Kepala Sekolah dan Puskesmas musyawarah lalu diputuskan ditunda," kata Kasubbag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja kepada detikcom, Senin (14/6/2021).

SDN Kenari 08, Jakarta Pusat juga menunda pelaksanaan PTM karena ada satu gurunya yang terpapar COVID-19. Taga menyebut, penundaan PTM di SDN Kenari 08 sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus COVID-19.

"Yang ketiga, Jakarta Islamic School itu karena saat ini sedang penilaian akhir tahun full daring. Jadi nggak ada tatap muka jadi penilaiannya melalui online. Itu penilaian akhir tahun atau kalau dulu ulangan kenaikan kelas lah istilahnya," jelas Taga.

Terakhir, Madrasah Ibtidaiyah (MI) RPI, Jakarta Selatan yang menunda pelaksanaan PTM. Hal ini dikarenakan banyak orang tua murid yang belum mengizinkan para murid untuk melaksanakan PTM.

"Jadi dari empat itu yang menyampaikan kepada kita untuk menunda pelaksanaan PTM. Sampai saat ini masih dalam kontrol kita baru 4 sekolah yang menyatakan menunda, selebihnya mengikuti kebijakan awal," ungkap Taga.

Dengan demikian, berarti hanya terdapat 222 sekolah di DKI Jakarta yang melaksanakan uji coba PTM. Sebelumnya disebutkan 226 sekolah akan melaksanakan uji coba PTM.

Diberitakan sebelumnya, uji coba belajar tatap muka ini semestinya dimulai pada Senin, 7 Juni 2021, namun jadwal diundur hingga Rabu 9 Juni 2021. Hal ini dikarenakan adanya kesulitan dari pihak Disdik DKI Jakarta memperbaiki hasil asesmen di tiap sekolah. Sebab, terjadi peningkatan jumlah sekolah yang mengajukan asesmen dibandingkan uji coba sebelumnya.

Dalam hal ini, Taga Radja menjelaskan 143 sekolah dinyatakan lolos asesmen, serta 83 sekolah yang sebelumnya mengikuti pilot project PTM pada 7 April 2021.

"Ya otomatis (83 sekolah) ikut semua, di luar 143 sekolah. Jadi ada 226 sekolah," ujar Taga saat dihubungi, Selasa (8/6).

Taga menjelaskan, uji coba pembelajaran tatap muka saat ini adalah uji coba tahap satu. Sedangkan uji coba sebelumnya merupakan piloting terbatas.

Di masa uji coba PTM kali ini pembatasan kapasitas keterisian kelas 50% tetap dilakukan. Tatap muka juga digelar 3 kali dalam seminggu.

(aud/aud)