Sidang Hoax Swab HRS

Jaksa: Habib Rizieq Kerap Pakai Cerita Khayalan untuk Pembenaran!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 13:51 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) seringkali menggunakan analogi saat bertanya pada saksi-saksi dalam sidang perkaranya. Perihal ini disinggung jaksa sebagai cara Rizieq untuk membenarkan apa yang telah didakwakan padanya.

Jaksa lantas menyebutkan suatu ketika Rizieq membuat analogi tentang kisah ayah, anak, dan dokter. Secara singkat Rizieq kala itu bertanya pada seorang sosiolog hukum bernama Trubus Rahadiansyah tentang pendapatnya soal seorang anak yang gelisah menerima kabar tentang ayahnya yang diberitakan positif COVID-19.

Analogi lengkap soal itu bisa dicek di tautan di bawah ini:

Bagi jaksa, analogi Rizieq itu hanya berupa pembenaran atas tindakannya. Jaksa menuding Rizieq menggunakan cerita semacam itu untuk memotong kejadian sebenarnya.

"Jika kembali kita mengungkap ulang saat pemeriksaan saksi dan ahli, terdakwalah yang sering meminta pendapat saksi fakta dengan memberikan perumpamaan kisah ayah, anak, dan dokter. Dengan cerita khayalan yang sengaja dipotong tidak menceritakan bahwa si ayah sudah dilakukan antigen dan hasilnya antigen dan hasilnya reaktif," ujar jaksa saat membacakan replik atau tanggapan atas pleidoi Habib Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (14/6/2021).

"Tapi cerita tersebut hanya dimulai dari si ayah masuk karena kelelahan dan apabila cerita yang dipotong itu ditanyakan kepada saksi fakta, tentu saksi memberi jawaban tidak berbohong," imbuh jaksa.

Jaksa menduga alasan Rizieq memotong cerita tersebut untuk membenarkan argumennya. Jaksa menegaskan cerita yang selalu disampaikan ke saksi sudah dipotong.

"Itu semua dilakukan terdakwa untuk menggunting opini, pembenaran bahwa terdakwa tidak berbohong. Padahal cerita tersebut telah dipotong dan tidak utuh," katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara. Rizieq diyakini jaksa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi hingga menimbulkan keonaran.

Dalam pertimbangannya, jaksa mengatakan Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong dengan cara menyebarkan video yang menyatakan bahwa keadaannya saat itu sehat. Padahal saat itu Rizieq terpapar COVID-19.

Rizieq diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(man/dhn)