Polisi Tangkap 76 Preman di Pekanbaru, Sajam-Pistol Disita

Raja Adil Siregar - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 20:17 WIB
76 preman di Pekanbaru ditangkap polisi
Foto: 76 preman di Pekanbaru ditangkap polisi (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Jajaran Polresta Pekanbaru menangkap puluhan orang diduga preman. Mereka ditangkap karena telah meresahkan masyarakat.

Dalam catatan Polresta Pekanbaru, total 76 preman diamankan selama operasi 2 hari, 11-12 Juni. Mereka diamankan di 30 lokasi dengan berbagai barang bukti dan salah satunya pistol.

"Tidak ada ruang bagi pelaku premanisme, baik pemalakan atau pemerasan. Termasuk juga melakukan pungutan-pungutan di luar ketentuan hingga mengancam keselamatan masyarakat," terang Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mukmin saat jumpa pers di Mapolresta, Minggu (13/6/2021).

Nandang mengatakan mereka ditangkap saat melakukan aksi premanisme, mulai pemerasan, pungli hingga mengancam masyarakat. Sasarannya antara lain toko, pasar tradisional, mal, fasilitas pelayanan publik dan pusat keramaian.

"Para preman ini tak terlepas dari kegiatan atau aksi mengganggu roda perekonomian di Pekanbaru. Kita komitmen memerangi tindakan premanisme yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini juga mengakibatkan roda perekonomian di Pekanbaru terganggu," katanya.

Bersama polsek jajaran, Nandang bahkan menginstruksikan agar operasi digelar di sejumlah lokasi. Hasilnya, ada 76 preman berikut barang bukti hasil pemerasan yang disita.

"Bersama polsek jajaran kami meringkus 76 preman. Barang bukti diamankan ada senjata tajam, uang Rp 1 juta lebih serta pistol. Pistol dipakai untuk melakukan pengancaman dan masih kami dalami keasliannya," katanya.

Selain membuat resah, puluhan preman ditangkap karena dianggap tak mendukung upaya pemerintah. Sebab melakukan aksi premanisme di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Mereka mengganggu roda perekonomian. Kami tak akan berikan ruang kepada preman-preman ini. Kita sedang berupaya memulihkan ekonomi masyarakat, tetapi mereka tidak mendukung. Tentu ini akan menjadi perhatian buat kami," katanya.

(ras/rfs)