Pulihkan Ekonomi, Walkot Mojokerto Dorong Penguatan Koperasi & UMKM

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 15:32 WIB
Walkot Mojokerto hadir di Hari Koperasi
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto berupaya melanjutkan tren perbaikan ekonomi yang sempat anjlok akibat pandemi COVID-19. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkap salah satu upaya yang tengah dilakukan pihaknya ialah mendorong penguatan peran Koperasi dan UMKM dalam menopang pertumbuhan perekonomian kota.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini mengaku ekonomi nasional saat ini sangat anjlok, termasuk di wilayah Kota Mojokerto. Untuk itu pihaknya terus mengkaji beberapa kebijakan terkait pemulihan ekonomi.

Saat membuka acara Senam Bersama dan Donor Darah yang menjadi rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-103 serta Hari Jadi Koperasi ke 74, ia menyebutkan kajian kebijakan yang dilakukannya juga ia khususkan pada koperasi dan usaha mikro yang terdampak COVID-19. Hal ini dilakukannya agar ekonomi Kota Mojokerto bisa bangkit kembali.

"Wabah pandemi juga memukul kelangsungan usaha koperasi padahal koperasi berperan penting untuk menyokong pelaku UMKM yang kini berkisar sekitar 64 juta pelaku," ungkap Ning Ita dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto ia menyampaikan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-103 ini mengusung tema Kota Mojokerto Tangguh, Bangkit, Sejahtera.

"Dan saat ini persaingan semakin ketat, maka koperasi harus tangguh dan bangkit memikirkan cara bagaimana membangun koperasi supaya tidak kalah dengan yang lain. Sumber daya manusia dan manajemen harus dibenahi. Jika sudah begitu maka pasti koperasi akan semakin kuat dan bisa menyejahterakan anggotanya," ujarnya.

Ia pun menjelaskan terdapat 186 koperasi di Kota Mojokerto yang terdiri dari 158 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan dan 28 Koperasi Serba Usaha (KSU). Ita menambahkan sebanyak 51 koperasi dalam pengawasan khusus dan 30 koperasi sedang dalam pengawasan. Sementara jumlah koperasi yang sehat sebanyak 12 koperasi dan cukup sehat sebanyak 65 koperasi.

"Tahun ini kita akan mengentas 80 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) naik status menjadi koperasi. Kita berharap keberadaan mereka ini dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kota Mojokerto yang saat ini sudah mulai kembali bergerak," tegasnya.

Ia menambahkan inkubasi wirausaha yang dilakukan oleh Pemkot Mojokerto nantinya juga akan diwadahi oleh koperasi dengan anggota yang memiliki usaha sejenis.

"Tahun ini akan berdiri 18 koperasi untuk menampung wirausahawan baru hasil dari program inkubasi wirausaha," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengungkap Peringatan Hari Koperasi ke -74 diperingati dengan menggelar acara senam sehat terbatas, donor darah, dan bakti sosial yang diikuti oleh anggota gerakan koperasi se-Kota Mojokerto.

"Acara digelar di Rest Area Gunung Gedangan ini sebagai upaya untuk mempromosikan rest area sebelum di-launching tanggal 20 Juni nanti," kata Ani.

Ani mengatakan peringatan Harkop ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait keseriusan Pemkot Mojokerto dalam mendorong pertumbuhan koperasi yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia.

Ia pun berharap koperasi dapat semakin tumbuh kuat sebagai gerakan ekonomi rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tak hanya itu, ia berharap koperasi bisa bersaing dan memberikan kontribusi positif dalam ekonomi Kota Mojokerto.

"Saya berharap koperasi semakin tumbuh dan berkembang serta mampu menggerakkan semua bidang usaha, menyerap aspirasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya," pungkasnya.

Ani menjelaskan pertumbuhan koperasi di Kota Mojokerto sudah cukup dinamis sampai tahun 2021 ini. Ia menilai kemajuan secara kuantitas yang ada pada koperasi di wilayahnya sudah sepantasnya diikuti dengan kemajuan kualitas. Untuk itu, Ani mengatakan pihaknya mengajak para penggerak koperasi untuk selalu introspeksi, meningkatkan mutu SDM dan kerja sama, serta kembali pada jati diri koperasi.

(fhs/ega)