Kenapa Prabowo Diam?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 11:37 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan Pesawat karya anak bangsa CN235-220 MPA ke Angkatan Udara Republik Senegal
Prabowo Subianto (Istimewa/Dok. Kementerian Pertahanan)
Jakarta -

Setelah menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto tak banyak bicara. Sebenarnya apa yang membuat Prabowo seolah menghindar dari publik?

"Jadi Menteri Pertahanan itu adalah hal yang menyangkut pertahanan negara. Jadi unsur pertahanan itu sebenarnya sangat rahasia. Satu suatu negara pasti ada yang tidak suka dengan negara itu," kata Prabowo di podcast Deddy Corbuzier, seperti dikutip Minggu (13/6/2021).

Tak hanya itu, bahkan dari negara sendiri juga banyak pihak yang mau mengambil keuntungan sampai mencari kekayaan. "Ini adalah sifat manusia, manusia itu akan selalu merebut sumber daya, merebut kekayaan untuk hidup. Nah bangsa-bangsa, suku-suku, kelompok-kelompok, pasti mau merebut," kata Prabowo.

Prabowo memandang masalah pertahanan adalah persoalan yang sensitif sehingga dia enggan bicara. Namun kini dia paham rakyat juga perlu tahu situasi pertahanan nasional.

"Masalah pertahanan ini masalah yang sangat sensitif, jadi saya itu sebetulnya enggan bicara, tapi kita kan hidup di alam demokrasi, rakyat kan ingin tahu kondisinya, ingin tahu keselamatannya. Nah dilema di satu pihak kita rahasia, di lain pihak rakyat ingin tahu," kata Prabowo.

Prabowo sedikit bicara soal mafia yang mau mengambil keuntungan pribadi. "Kan ada kelompok yang kadang-kadang ambisi pribadi, ada kadang-kadang kelompok yang tega mengorbankan kepentingan bangsa kepentingan rakyat yang lebih besar, bahkan ada oknum yang tega menjual bangsanya kepada bangsa asing nah itulah dilema," kata Prabowo.

Prabowo lantas bicara panjang lebar soal isu-isu seputar pertahanan yang sedang ramai diperbincangkan. Salah satunya soal rencana besar modernisasi alutsista.

"Ada yang mengatakan, ooo Prabowo ingin bikin anggaran Rp 1.700 T itu pun belum disetujui masih digodok. Kan ini kan bernegara tidak gampang kan. Benegara itu ada prosesnya ada prosedurnya ada sistemnya, ada tata kelola. Jadi kita pihak yang teknis, menteri itu saya diwajibkan menyusun rencana pertahanan. Nah anggarannya berapa saya ajukan, Presiden setuju tidak. Presiden kan pasti minta pertimbangan Menkeu gimana Bappenas gimana, nanti ditanya menteri-menteri yang lain gimana. Jadi itu belum disetujui," kata Prabowo.

Simak juga 'Prabowo soal Anggaran Rp 1,7 Kuadriliun: Banyak Alutsista Sudah Tua':

[Gambas:Video 20detik]

(van/gbr)