Bela KPK Era Firli Tak Banyak OTT, Fahri Hamzah Dinilai Salah Kaprah

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 06:19 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjadi pembicara dalam diskusi di MPR/DPR RI. Selain Fahri, ada sejumlah tokoh lain yang jadi pembicara di diskusi tersebut
Fahri Hamzah (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Mantan pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah, menilai KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) tapi lebih berorientasi kepada audit. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengatakan dengan OTT ataupun audit, tidak ada aksi pemberantasan korupsi hebat oleh KPK era Firli.

"Selama kepemimpinan Pak Firli juga tidak ada yang menonjol dan yang hebat, baik dari dua sisi, yang OTT maupun yang dikatakan Pak Fahri tentang mengintip audit. Karena tidak ada kasus yang diungkap dengan cara melakukan audit atau permintaan audit kepada BPK juga tidak ada, jadi tidak ada dua-duanya," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021) malam.

Boyamin meminta Fahri untuk tidak membandingkan cara OTT ataupun audit. Dia lantas mengatakan KPK di era kepemimpinan sebelumnya pun bisa mengungkap kasus hebat melalui cara audit seperti kasus e-KTP, Century, dan BLBI.

"Saya minta tidak dibenturkan antara OTT dengan atau tidak dengan audit, karena KPK saat ini juga sudah hebat dengan melakukan audit, yaitu misal kasus E-KTP maupun kasus Century dan BLBI, tapi sudah banyak dan hebat," ujarnya.

Boyamin menegaskan tidak ada kasus hebat yang diungkap KPK kepemimpinan Firli saat ini. Menurutnya dua kasus suap ekspor benur dan korupsi bansos yang melibatkan dua menteri itu pun hasil dari penyidik KPK yang terus mengejar kasus tersebut.

"Tapi selama Pak Firli tidak ada, kemudian pada posisi OTT saja yang terkait Harun Masiku juga sampai sekarang tidak mampu menangkap jadi tidak ada prestasi yang menonjol," ujarnya.

"Kalaupun ada OTT dua menteri (soal) ekspor benur dan bansos. Itu karena ada kejengahan dari pimpinan KPK yang laen karena tidak ada produksi yang menonjol. Jadi nggak ada sisi yang hebat dari Pak Firli. OTT dua menteri itu saya mengatakan kalau Pak Firli tidak tau apa-apa," imbuh Boyamin.

Pusako Anggap Fahri Salah Kaprah soal KPK

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, juga merespons pernyataan Fahri Hamzah. Feri menilai Fahri Hamzah salah kaprah.

"Pernyataan Pak Fahri Hamzah itu menunjukkan Pak Fahri tidak paham tugas dan kewenangan dalam proses penyelenggaraan negara, tugas melakukan audit itu kan tugas BPK sehingga kalau mengatakan KPK akan berkonsentrasi dalam proses auditing ya salah kaprah," kata Feri.

Feri mengatakan bisa saja KPK kerja berdasarkan audit. Tapi menurutnya, selain audit, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk memberantas korupsi.

"Karena tugas KPK baca saja UU KPK, tugasnya tidak hanya sekadar auditing tapi melakukan pemberantasan korupsi, bisa saja dalam upaya pemberantasan korupsi itu dalam auditing tapi bukan semata-mata fokus ke sana," ujanya.

"(Audit) tidak hanya jadi patokan (KPK bekerja). Itu salah satu saja. Menjadikan (audit) satu-satunya cara menunjukkan Fahri tidak tahu cara hukum bekerja," lanjut Feri.

Feri menilai Fahri hanya mencari pembenaran atas kerja KPK era Firli Bahuri kini yang minim OTT.

"Ini bagi saya salah kaprah, alasan pembenaran yang dicari-cari untuk melindungi orang yang disenangi para politisi," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan juga 'Dewas KPK Sidang Etik 2 Penyidik yang Tangani Kasus Korupsi Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3