Bike to Work Batal Aksi Protes JLNT Jadi Jalur Road Bike

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 20:13 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Komunitas Bike to Work (B2W) membatalkan aksi protes jalan layang nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang yang menjadi jalur sepeda road bike. Hal itu seiring dengan terjadinya kesepakatan yang dihadiri oleh komunitas B2W Indonesia dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"B2W Indonesia dan mitra koalisinya--Koalisi Pejalan Kaki, Road Safety Association Indonesia, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbel--mengalihkan aksi "Black Day Action" yang rencananya dilakukan besok, Minggu 13 juni 2021, di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanka ke kegiatan lain," tulis B2W Indonesia dalam akun Instagram b2w_indonesia, Sabtu (12/6/2021).

Pertemuan antara B2W dan pimpinan Dinas Perhubungan DKI terjadi pada pagi tadi. Dari hasil diskusi, disepakati beberapa poin.

"Sebagai 'simbol' kesepakatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mencopot rambu terpasang yang mengandung kalimat 'kecuali road bike'. Pencopotan direncanakan dilakukan dengan kehadiran pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini juga akan menjadi simbol berakhirnya waktu masa uji coba JLNT untuk road bike," tulis B2W Indonesia.

B2W Indonesia menghormati segala kesepakatan dari forum diskusi tersebut selama tidak bertentangan dengan peraturan serta prinsip kesetaraan antara pesepeda kaya dengan pesepeda miskin.

JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebutJLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


Aksi Black Day

Sebelumnya, B2W menyatakan aksi ini berkaitan dengan dispensasi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada pengguna sepeda balap atau road bike untuk melintas di jalan layang ini. Aksi ini, sebutnya, sebagai bentuk kontrol sosial agar konsisten dengan aturan yang sifatnya tidak diskriminatif sesuai UU Nomor 38 Tahun 2004.

"Di mana fungsi jalan adalah untuk transportasi," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Advokasi B2W Indonesia Fahmi Saimima menilai kebijakan pesepeda road bike boleh melintas JLNT melanggar aturan karena sejak awal jalur tersebut memang dilarang dipakai untuk kendaraan roda dua, sekalipun kebijakan ini berbentuk diskresi yang diberikan Pemprov terhadap road biker.

"Keprihatinan atas ketidakkonsistenan khususnya yang kita sorot soal JLNT yang sebelumnya dilarang melintas bagi roda dua. Aturan membolehkan sepeda dalam waktu tertentu ya memang hak diskresi, cuma jangan melanggar hukum yang ada. Bagi kami itu mencederai kesetaraan di jalan raya. Jadi bukan hanya pesepeda, jadi kita nggak mau mengarah ke konflik sosial pengendara lain," kata Fahmi saat dihubungi, Jumat (11/6).


Alasan Road Bike Boleh Lintasi JLNT

Pemprov DKI Jakarta melarang sepeda non-road bike melintasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang selama uji coba. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemisahan lintasan dilakukan karena perbedaan kecepatan.

"Sepeda lain sudah ada jalurnya. Road bike ini kan kecepatan tinggi. Jadi memang harus berbeda," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (7/6).

Simak juga video 'Pesepeda Road Bike Minta PU Rapikan Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/jbr)