Komnas HAM Dorong Polisi Usut Kematian Wabup Sangihe, Ini Alasannya

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 10:47 WIB
Beka Ulung Hapsara
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menilai ada yang janggal pada kematian Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong di udara sehingga perlu dilakukan penyelidikan pihak kepolisian. Terkait hal itu, Komnas HAM mendorong hal serupa untuk meredam spekulasi publik.

"Komnas HAM mendorong ada proses penyelidikan polisi supaya semuanya jelas sehingga tidak timbul spekulasi publik," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat dihubungi, Sabtu (12/6/2021).

Beka menilai penting bagi aparat penegak hukum agar segera menyelidiki kejadian ini. Selain itu, dengan turunnya aparat penegak hukum, lanjutnya, publik juga bisa ikut mengawal proses penyelidikan.

"Saya kira yang terpenting ada proses yang dilakukan oleh kawan-kawan aparat penegak hukum terlebih dahulu dan publik melakukan kontrol terhadap proses tersebut," ujarnya.

Komnas HAM mengatakan siap turun tangan dalam kasus kematian Wabup Sangihe. Namun pihaknya sejauh ini belum menerima aduan.

"Tentu. Kalau ada aduan, kami akan melakukan menindaklanjuti pengaduan yang ada. (Untuk aduan) saya belum cek," ucapnya.

Jatam menilai perlu ada autopsi untuk membuat terang penyebab kematian Wabup Sangihe. Komnas HAM memandang polisi tentu akan memiliki metode penyelidikan tersendiri dalam mengungkap kasus ini.

"Saya kira polisi memiliki metode dan strategi penyelidikan sendiri terkait situasi yang ada," ungkap Beka.

Jatam Lihat Kejanggalan

Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah Ismail mendorong kepolisian melakukan penyelidikan terkait kematian Helmud Hontong. Merah menilai kematian yang mendadak Helmut ini mengagetkan dan misterius. Dia mengaitkan kematian Helmud dengan sikap penolakannya terhadap tambang di Sangihe.

"Ini mengagetkan. Kedua, misterius dan agak janggal kematiannya. Kenapa seperti itu? Karena dia ini kan menjadi sorotan, high profile karena dia ini kepala daerah yang menolak tambang juga. Bahkan dia juga mengirim surat ke ESDM. Suratnya juga sudah beredar," kata Merah saat dihubungi, Jumat (11/6/2021).

"Ini janggal karena dia sehat-sehat saja, tapi tiba-tiba mendadak kolaps," lanjutnya.

Merah mengatakan Helmut adalah sosok yang high profile. Karena itu, menurutnya, penyelidikan atas kematian Helmut harus dilakukan.

"Dia high profile juga, jadi bagi kita ini janggal. Kita mendesak agar otoritas terkait melakukan penyelidikan. Dalam hal ini pemerintah, penegak hukum, termasuk Komnas HAM," tegasnya.

Dia juga mengungkit soal laporan warga ke Komnas HAM terkait masalah tambang di Sangihe. Bahkan, menurutnya, autopsi perlu dilakukan jika memang diperlukan.

"Apalagi bulan Mei 2021 warga juga sudah melaporkan kasus ini ke komisioner Komnas HAM. Jadi Komnas ini jangan diam. Kepolisian juga melakukan penyelidikan yang maksimum soal apa penyebab utama kematian beliau ini. Apakah perlu dilakukan autopsi juga," ungkapnya.

Tonton Video: Ramainya Warga Sambut Jenazah Wabup Sangihe Helmud

[Gambas:Video 20detik]



(run/jbr)