Hensat: Gatot Nurmantyo-Erick Thohir Ramaikan Bursa Capres 2024

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 13:59 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio atau Hensat. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gatot Nurmantyo mengungkap sudah 'ditembak' parpol untuk Pilpres 2024 dan Menteri BUMN Erick Thohir menggaet BTS Army. Dua nama ini dinilai menambah riuh bursa capres 2024.

"Ini sih hal yang positif karena makin banyak tokoh yang makin berusaha tampil di 2024 baik yang masih memiliki jabatan maupun yang sudah tidak punya jabatan tapi masih punya popularitas," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Gatot Nurmanto memang sudah tak menjabat Panglima TNI lagi, namun masih punya sisa-sisa popularitas yang didorong jelang Pilpres lalu. Panggung kosong tanpa incumbent di Pemilu 2024 pun dinilai jadi daya tarik sendiri untuk tokoh yang masih punya popularitas.

"Gatot ini kan tidak punya jabatan tapi punya popularitas. Karena di 2024 panggungnya sudah kosong dan kelompok orang-orang yang ingin menjerumuskan Pak Jokowi dengan isu-isu 3 periode itu mulai mengecil dan mulai sadar bahwa Pak Jokowi nya tidak mau jadi akhirnya ditutup kemungkinan itu," kata Hensat, sapaan Hendri Satrio.

salah satu tokoh deklator KAMI Gatot NurmantyoGatot Nurmantyo (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Panggung kosong Pilpres 2024 pun mendorong sejumlah nama baru bersiap-siap. Salah satu yang dinilai sedang mempersiapkan diri adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

"Nah ini membuat panggung politik di Indonesia semarak karena masing-masing mengejar popularitas. Erick Thohir berusaha menampilkan bahwa dirinya sama seperti kebanyakan orang, walaupun menteri dia punya anak dan juga Army dari BTS sehingga dia perlu mengumumkan bahwa dia mendapatkan paket BTS," kata Hensat sembari tertawa.

Erick Thohir Beli BTS MealErick Thohir Beli BTS Meal Foto: Instagram: @erickthohir

Mengejar mimpi menjadi pemimpin tentu sah-sah saja. Namun diharapkan para kandidat capres yang masih menjabat pejabat negara agar tidak melupakan tugas utamanya.

"Ya inilah indahnya demokrasi di Indonesia. Tapi kita harus ingatkan terutama yang masih pegang jabatan jangan lupa dengan tugas utama anda. Bagi yang tidak punya jabatan banyak cara mendapatkan perhatian masyarakat dan yang paling penting anda punya komitmen membebesarkan Indonesia," pungkasnya.

(van/dnu)