Bike to Work Bakal Gelar Aksi Protes JLNT Jadi Jalur Road Bike

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 13:08 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
Ilustrasi road bike (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Komunitas Bike to Work (B2W) berencana menggelar aksi untuk memprotes kebijakan yang membolehkan pesepeda road bike melintasi jalan layang nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Aksi ini dijadwalkan digelar di depan JLNT Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dilihat di akun instagram resmi B2W, @b2w_indonesia, aksi 'Black Day' ini digelar pada Minggu, 13 Juni 2021, pukul 06.00-07.00 WIB. Aksi ini digelar bersamaan dengan uji coba road bike di kawasan ini.

"Bike2Work Indonesia bersama RSA (Road Safety Association) dan Koalisi Pejalan kaki mengajak sahabat penggiat sepeda, pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya termasuk roda dua dan roda empat untuk mengikuti aksi Black Day," tulis akun Instagram resmi @b2w_indonesia yang dilihat Jumat (11/6/2021).

B2W menyatakan aksi ini berkaitan dengan dispensasi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada pengguna sepeda balap atau road bike untuk melintas di jalan layang ini. Aksi ini, sebutnya, sebagai bentuk kontrol sosial agar konsisten dengan aturan yang sifatnya tidak diskriminatif sesuai UU Nomor 38 Tahun 2004.

"Di mana fungsi jalan adalah untuk transportasi," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Advokasi B2W Indonesia Fahmi Saimima menilai kebijakan pesepeda road bike boleh melintas JLNT melanggar aturan karena sejak awal jalur tersebut memang dilarang dipakai untuk kendaraan roda dua, sekalipun kebijakan ini berbentuk diskresi yang diberikan Pemprov terhadap road biker.

"Keprihatinan atas ketidakkonsistenan khususnya yang kita sorot soal JLNT yang sebelumnya dilarang melintas bagi roda dua. Aturan membolehkan sepeda dalam waktu tertentu ya memang hak diskresi, cuma jangan melanggar hukum yang ada. Bagi kami itu mencederai kesetaraan di jalan raya. Jadi bukan hanya pesepeda, jadi kita nggak mau mengarah ke konflik sosial pengendara lain," kata Fahmi saat dihubungi, Jumat (11/6).

Tak hanya itu, pihaknya juga keberatan terhadap pemasangan rambu khusus sepeda road bike yang terdapat di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang. Menurutnya, ini salah satu bentuk diskriminasi bagi pesepeda dan kendaraan lainnya.

"Di dalam dunia transportasi, nggak ada rambu khusus road bike. Bagi saya, sangat--tanda kutip--tidak dipertimbangkan dengan baik. Keempat, kalaupun diskresi kami bisa bersepakat misal JLNT bisa dipakai dengan alasan public space seperti JLNT Antasari yang dipakai car free day. Kan bisa dinikmati bersama, tidak hanya khusus road bike. Tinggal bagaimana penerapannya, bisa jalan dibagi," jelasnya.

Alasan Road Bike Boleh Lintasi JLNT

Pemprov DKI Jakarta melarang sepeda non-road bike melintasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang selama uji coba. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemisahan lintasan dilakukan karena perbedaan kecepatan.

"Sepeda lain sudah ada jalurnya. Road bike ini kan kecepatan tinggi. Jadi memang harus berbeda," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (7/6).

Riza menegaskan pihaknya tak pernah mengistimewakan pesepeda mana pun. Pemprov DKI berjanji akan mengakomodasi fasilitas bagi road bike maupun pesepeda lain.

"Jadi sekali lagi teman-teman tidak ada maksud dari kami Pemprov DKI untuk menganakemaskan road bike. Semua tugas kami Pemprov seperti yang kami sampaikan memberikan pelayanan terbaik bagi semua warga, semua komunitas, semua cabang olahraga," tegasnya.

Politikus Gerindra itu juga mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah pesepeda di Jakarta di masa pandemi COVID-19. Untuk itulah, Pemprov DKI berencana memperbanyak jalur sepeda di Ibu Kota.

"Memang sejak pandemi ada peningkatan luar biasa terhadap pengguna sepeda, apakah sepeda road bike maupun non-road bike. Untuk itu, kita mencarikan solusi terbaik, Pak Gubernur sudah sejak awal bersama Mas Sandi (Sandiaga Uno) itu memperluas dan memperlebar, memperpanjang jalur sepeda," ujarnya.

Tonton juga Video: Sepeda Selain Road Bike Dilarang Lintasi JLNT Kp Melayu

[Gambas:Video 20detik]



(zap/imk)