DPRD Surabaya Usul ke Pemprov Jatim Kaji soal Kebijakan Penyekatan

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:16 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya
Foto: DPRD Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti ikut terjun langsung memantau proses penyekatan di Suramadu, Surabaya. Penyekatan dilakukan imbas dari melonjaknya kasus di Bangkalan.

Saat meninjau langsung di pos penyekatan, Reni meninjau para tenaga kesehatan yang melakukan tes swab antigen kepada para pengguna jalan yang datang dari Bangkalan. Ia mengatakan sejak hari pertama Pemkot Surabaya melakukan penyekatan, ia sudah ikut memantau perkembangan meski pada hari pertama sempat terjadi antrean panjang.

"Saya memantau di sini sejak hari Senin ya, untuk mengetahui kondisi penyekatan dan melihat memang ada pengurangan volume (kendaraan), tapi bisa dikatakan relatif banyak, terutama di jam-jam tertentu di pagi hari," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

"Saya sangat berharap tentu Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah tepat untuk melakukan penyekatan sejak hari Minggu meskipun ada antrean panjang," imbuhnya.

Reni menambahkan penyekatan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya bersama petugas gabungan terus melakukan perbaikan dan hingga volume kendaraan berkurang. Ini juga membuat Pemerintah Bangkalan melakukan penyekatan.

"Tapi Senin sudah tidak ada antrean di atas jembatan, artinya sudah ada perbaikan-perbaikan. Akhirnya dengan langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya, akhirnya penyekatan di titik Bangkalan juga dilakukan," ungkap Reni.

Dari pantauan Reni, penyekatan juga dilakukan oleh Pemkot Surabaya di Pelabuhan Ujung. Menurutnya Pemkot Surabaya telah memberikan perhatian. Perhatian yang sama juga diharapkan dilakukan dari Pemprov Jawa Timur.

"Kemarin saya juga ke pelabuhan, di Ujung, di sana juga ada penyekatan, artinya apa yang dilakukan Pemkot Surabaya sejak Minggu itu memberikan perhatian bersama, setidaknya juga Pemprov memberikan perhatian. Nah, karena ini antar wilayah, terutama Surabaya sudah melakukan penyekatan selama 24 jam dan petugas gabungan ini full ya," ungkap Reni.

"Saya sangat berharap Pemprov melakukan pemantauan untuk lebih melihat optimalisasinya, apakah yang di sini sudah optimal, apakah di Bangkalan sudah optimal, saya kira ini kan wilayahnya pemprov ya. Pemkot kan tidak bisa memantau yang di sana, jangan sampai nanti tidak berimbang," lanjut Reni.

Lebih lanjut Reni menyampaikan jika ia juga sempat memantau langsung penyekatan di Bangkalan. Dari pantauannya, penyekatan di sana jaraknya 3 kilometer dari kaki Jembatan Suramadu sisi Bangkalan.

Reni menyarankan agar Pemprov Jatim untuk mengkaji lebih dalam lagi terkait adanya varian virus baru yang ditemukan. Menurutnya apakah efektif dengan dilakukan penyekatan dan apakah perlu kebijakan lain dalam hal ini.

"Saya kira Pemprov Jatim juga perlu mengkaji lebih dalam lagi terkait varian baru, apakah efektif penyekatan ini. Artinya apakah tidak perlu ditambahkan dengan kebijakan lain, karena kita tidak ingin ya tidak terdeteksi oleh swab antigen. Itu yang kita khawatirkan, apakah swab antigen itu bisa mendeteksi, apalagi kalau itu virus varian baru, kalau nonreaktif itu kan lepas, kalau reaktif baru dicek," ungkap Reni.

Reni juga sepakat dengan langkah Pemkot Surabaya yang siap membantu dalam hal penanganan COVID-19 bersama. Dengan harapan tidak ada yang lepas saat dilakukan screening.

"Penyekatan di sini tidak hanya manfaat dengan Pemkot Surabaya, utamanya melindungi warga Kota Surabaya, tapi yang dilakukan di sini setidaknya juga membantu penyekatan di Jatim," ungkap Reni.

Reni juga sempat menanyakan pengendara dari arah Bangkalan, ada yang mengaku akan bekerja ke daerah lain.

"Makannya saya sempat tanya mas mau ke mana, dia kerja di Gresik, ada juga yg kirim barang ke Situbondo. Sebenarnya yang dilakukan di sini tidak hanya di Surabaya, saya berharap Pemprov melakukan pemantauan dan optimalisasi dan berkoordinasi, karena Surabaya kan yang paling tepat adalah Pemprov, nanti bisa saling membantu," tandas Reni.

(ncm/ega)