Nurdin Tak Akui Ajudan yang Bongkar Siasat Minta Uang dari Kontraktor

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 20:25 WIB
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah hadir secara virtual dalam sidang terdakwa Agung Sucipto di PN Makassar (Hermawan/detikcom).
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah hadir secara virtual dalam sidang terdakwa Agung Sucipto di PN Makassar (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah dengan tegas membantah kesaksian ajudannya, Muhammad Salman Natsir yang mengungkap Nurdin menerima uang Rp 1 miliar dari pengusaha H Momo. Nurdin hanya mengakui keterangan Salman soal mengambil uang baru Rp 800 juta dari bank.

Nurdin membantah hal itu saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (10/6/2021), dengan kontraktor penyuap, Agung Sucipto alias Anggu selaku terdakwa. Awalnya jaksa mempertanyakan keterangan ajudan Salman yang mengaku diperintah Nurdin untuk mengambil uang Rp 1 miliar dari H Momo melalui Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti.

"Kami tanyakan, apakah benar saat itu pernah menerima uang Rp 1 miliar dari Haji Momo," tanya jaksa KPK, Ronald Worotikan kepada Nurdin di persidangan.

Pernyataan tersebut langsung dibantah dengan tegas oleh Nurdin. "Saya tidak pernah terima uang dari Haji Momo," tegas Nurdin.

Namun, seperti yang telah diketahui, dalam persidangan sebelumnya, Kamis (3/6) lalu, ajudan Nurdin, Salman Natsir membongkar siasat Nurdin yang meminta uang Rp 1 miliar ke kontraktor H Momo. Salman bersaksi dia dan Sari Pudjiastuti diminta Nurdin menjemput uang Rp 1 miliar tersebut dari ajudan H Momo di Apartemen Vida Vew, Panakkukang, Makassar.

Selanjutnya, Salman membawa Sari ke Hotel Rinra. Setelah itu, kata Salman, ia membawa Rp 1 miliar dalam koper tersebut ke bank Mandiri Panakkukang untuk ditukar dengan uang baru Rp 800 juta yang singkat cerita dibawa ke rumah jabatan Nurdin Abdullah. Salman menegaskan semua itu atas perintah Nurdin.

Kembali ke persidangan hari ini, hakim ketua Ibrahim Palino kemudian mencoba bertanya ke Nurdin apakah ia pernah memerintahkan ajudannya untuk mengambil uang baru Rp 800 juta di Bank Mandiri. Nurdin mengakui perintah tersebut.

Nurdin mengungkapkan, uang Rp 800 juta tersebut adalah uang THR untuk beberapa orang pegawai di Rujab Gubernur Sulsel. Uang baru Rp 800 juta tersebut dikemas oleh ajudan Nurdin yang lainnya, Syamsul Bahri ke dalam beberapa amplop.

"Apakah saudara pernah lihat wujud 800 juta itu?," tanya hakim ketua Ibrahim Palino.

Nurdin pun mengakui melihat uang tersebut saat Syamsul Bahri mengemasnya ke dalam sejumlah amplop. "Waktu Syamsul masukkan ke amplop saya lihat di situ," jawab Nurdin.

"Apakah uang yang dibawa Syamsul diserahkan ke saudara," tanya hakim lagi.

Nurdin mengaku tidak memegang uang itu. Dia hanya mengaku uang itu dimasukkan ke dalam sejumlah amplop oleh Syamsul Bahri kemudian dibagikan ke sejumlah orang.

"Jadi langsung dia amplopin ini, dibagikan ke sopir, penjaga taman, walpri (pengawal pribadi)," kata Nurdin.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.