Komisi VIII Minta Pemerintah Terus Lobi Saudi agar Penerbangan Segera Dibuka

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 19:50 WIB
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berhenti menghubungi Raja Salman agar larangan terbang segera dicabut. Menurutnya, jika memang haji sudah tidak memungkinkan, dia meminta setidaknya pemerintah mengupayakan umroh.

"Kritik kepada pemerintah terus saya sampaikan. Jangan pernah berhenti untuk melobi supaya larangan terbang itu harus segera dibuka. Mungkin jamaah haji nggak bisa berangkat, tapi jamaah umroh itu juga jutaan yang antre," ujar Yandri dalam webinar bertajuk 'Menyorot Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji', Kamis (10/6/2021).

Yandri menegaskan pemerintah tidak boleh lalai dalam melobi pihak Arab Saudi. Yandri mengatakan ibadah umroh juga penting untuk mengobati kerinduan dengan tanah suci.

"Mungkin untuk mengobati kerinduan dengan tanah suci, ya pemerintah harus sungguh-sungguh. Jangan lalai, jangan santai, jangan menganggap ini sesuatu yang tidak penting. Sangat penting," jelasnya.

Untuk itu, Yandri menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui langsung Raja Salman. Jika Indonesia bersungguh-sungguh, kata Yandri, Jokowi akan turun langsung.

"Maka pada waktu rapat di Komisi VIII, saya minta Kementerian Agama supaya Pak Jokowi langsung berhubungan dengan Raja Salman. Itu artinya kesungguhan pemerintahan Indonesia menganggap ini adalah persoalan negara ketika kepala negara turun langsung," tutur Yandri.

"Nah mungkin dengan itu ya sebelum Idul Adha atau minggu depan, larangan terbang itu dibuka ya itu juga kado terbaik buat bangsa ini, di samping persoalan orang mau berangkat umroh, ya mungkin ada pertukaran pelajar, bisnis, dan sebagainya," sambungnya.

Meski demikian, Yandri menegaskan dalam hal ini Indonesia tidak sendiri, banyak negara di luar sana yang juga larangan terbangnya belum dicabut. Dia sekaligus menepis kabar kalau haji 2021 batal karena Habib Rizieq Shihab atau kegagalan diplomasi.

"Tapi sekali lagi bukan hanya Indonesia yang dilarang terbang. Tapi banyak juga negara-negara muslim yang nggak boleh terbang. Pertimbangan pandemi, bukan karena Habib Rizieq, bukan karena diplomasi kita gagal. Dan itu sudah dibantah oleh Dubes Saudi," tutup Yandri.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi telah mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan warganya untuk ibadah haji ke Arab Saudi tahun 2021. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi jika memberangkatkan haji di tengah pandemi Corona.

"Ini bukan kayak berangkatkan orang dari Serang ke Jakarta, gampang. Cuma kalau berangkatkan orang mencapai ribuan, ada dari berbagai daerah, itu rasanya sulit di tengah larangan terbang belum dicabut," ujar Yandri dalam sebuah webinar bertajuk 'Menyorot Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji', Kamis (10/6).

(maa/maa)