Pemprov DKI: Klaster Corona Mudik Lebaran Capai 2.008 Kasus

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 18:39 WIB
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan.
Foto ilustrasi Corona. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengungkap kasus aktif yang berasal dari klaster mudik di Jakarta sebanyak 2.008 orang. Kasus aktif berasal dari 988 keluarga yang dilakukan penelusuran kontak sejak 21 Mei 2021.

"Dari identifikasi klaster mudik sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam rilis tertulis, Kamis (10/6/2021).

Dwi juga mengaku terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota usai libur Lebaran. Dia meminta warga kembali memperketat penerapan prokotol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Kami terus memasifkan 3T, tapi kita bisa lihat di sini bahwa kenaikan kasus memang terjadi pascalibur Lebaran," jelasnya.

"Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," sambungnya.

Adanya klaster mudik mempengaruhi jumlah penambahan kasus COVID-19 per Kamis, 10 Juni 2021. Dari 12.304 orang yang diperiksa hari ini, sebanyak 2.096 dinyatakan positif COVID-19.

Sebanyak 51% atau 1.070 kasus positif di antaranya merupakan hasil penelusuran kontak di puskesmas yang RT-nya menerapkan micro-lockdown. Sisanya, 1.026 kasus, berasal dari faskes di DKI.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," paparnya

Sebelumnya diberitakan, Dinkes DKI mengungkap ada 800 klaster COVID-19 baru yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Dia mengatakan mayoritas pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar kota saat masa libur Lebaran.

"Jadi sekarang kita menemukan 800-an klaster dengan riwayat perjalanan luar kota. Rata-rata anggota klaster 2-3 orang. Jadi ada 1.400 orang yang masuk dalam 800-an klaster tadi," kata Dwi Oktavia saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Selain perjalanan ke luar kota, Dwi mengatakan penyebab lainnya adalah kegiatan silaturahmi warga selama Lebaran hingga berkegiatan bersama-sama. Hal inilah yang menyebabkan kasus COVID-19 meningkat.

Dwi memerinci 800 klaster COVID-19 tersebut mayoritas diisi oleh beberapa orang. Tapi, ada pula klaster yang jumlah warga positifnya melebihi 100 orang, seperti klaster silaturahmi di Cilangkap, Jakarta Timur.

Simak Video: Muncul Klaster Covid Baru di Pulo Gadung, Taman Warga Ditutup!

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)